Jorong Kotobaru Nagari Bukik Batabuah,Bangkitkan Budaya Tradisional Batabuah Untuk Generasi Mudanya

Agam,SUMBAR24JAM.id -Pemerintah jorong koto baru Nagari Bukik Bata­buah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, terus menggelar latihan “batabuah” buat kalangan muda mudi yang selama ini vakum serta punah dilaksankan. Yuliadarman selaku  jorong  batabuah koto baru nagari bukik batabuah kecamatan canduang kab.agam,sangat mendukung kegiatan positif ini,Sabtu (16/7/2022).

Awak media www.Sumbar24jam.id  bersama jorong setempat serta juga hadir aktivis sosial bukittinggi Eko Purnomo menuturkan akan kegiatan positif ini dengan bertujuan acara diadakan  dijorongnya supaya meningkat kekompokan pemuda pemudi batabuah koto baru serta meningkatkan animo masyarakat dalam kekompakan yang selama ini udah lama tidak aktif serta terakhir acara tradisional ini digelar 2012 sampai detik ini,”Ungkapnya.

Disaat bersamaan Ketua Pemudanya bernama Romi Rahmadian juga menjelaskan giat ini diadakan dengan tujuan berawal dari perbentukan ketua pemuda yang  selama ini vakum selama 10 tahun,”Tuturnya.

“Insyaallah karang taruna berencana akan mengadakan pesta kesenian tradisional ini 2x setahun”. Kegiatan ini merupakan kegiatan keagamaan seperti tahfidz, tilawah dan pidato.Sedangkan  Seni budaya yaitu, pasambahan “Batabuah”

Dari seni budaya, Peme­rintah Nagari Bukik Batabuah juga melaksanakan latihan silat bagi ge­nerasi muda satu kali sepekan setiap malam Minggu, serta seni budaya lainnya. Melalui kegiatan yang akan dijadikan agenda tahunan ini, ia berharap agama dan seni budaya jadi pakaian dan makin dicintai oleh masyarakat.

Selain itu, kegiatan olahraga juga perlu dilakukan guna menciptakan tubuh yang sehat, serta jadi aktivitas bagi generasi agar terhindar dari kegiatan yang tidak bermanfaat,”Ujarnya.

Disegi Bidang agama kegiatan ini harus kita tingkatkan serta sangat mendukung dan sejalan dengan program prioritas dica­nangkan bupati Agam sebelumnya buat muda mudi saat ini yang jauh dari kegiatan positif

Seni budaya Batabuah ini suatu yang harus dikembangkan pada generasi, karena ia menilai diera sekarang tidak banyak lagi generasi yang paham dengan warisan adat Minangkabau ini.

“Contohnya saja pasambahan, kita yakin tidak banyak generasi yang pandai dengan budaya ini. Sehingga perlu rasanya ini dikem­bangkan lagi agar tetap lestari di tengah masyarakat,”Tambahnya dipenutup.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *