Sumbar24jam.com|LIMAPULUH KOTA – Musibah kebakaran hebat kembali melanda pemukiman warga di Kabupaten Limapuluh Kota. Satu unit rumah tinggal dan tiga unit kedai/warung kayu milik seorang pedagang bernama Atrizal Umar (56) luluh lantak dilalap si jago merah di kawasan Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam menuju Senin dini hari (25 Oktober 2026).
Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota, laporan darurat dari masyarakat pertama kali masuk ke piket damkar pada Minggu malam pukul 22.16 WIB. Kronologi kejadian bermula saat salah seorang saksi mata melihat kobaran api yang muncul di dekat pemukiman padat penduduk tersebut, lalu segera berinisiatif melapor ke petugas.
Mendapat informasi berharga itu, petugas Damkar Limapuluh Kota langsung bertindak cepat. Armada pemadam diberangkatkan pada pukul 22.18 WIB dan berhasil tiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 7 kilometer pada pukul 22.30 WIB.
Petugas Damkar 50 Kota langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran guna melakukan upaya pemadaman api,” tulis laporan berkala penanganan bencana daerah.
Mengingat objek yang terbakar sebagian besar adalah warung kayu dan terletak di kawasan padat penduduk, api sempat membesar dan melalap area dengan luas mencapai kurang lebih 50×20 meter persegi. Guna menjinakkan amukan si jago merah, sebanyak 35 personel gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian.
Petugas juga mengerahkan total empat unit armada pemadam, yang terdiri dari tiga unit armada Damkar Kabupaten Limapuluh Kota (Posko Induk, Posko Mungka, dan Posko Suliki) serta mendapat dukungan satu unit armada dari Damkar Kota Payakumbuh.
Bahu-membahu bersama tim pemadam, personel dari unsur TNI, Kepolisian, serta warga setempat langsung berjibaku menyemprotkan air untuk memutus perambatan material yang mudah terbakar di lapangan.
Berkat kesiapsiagaan petugas, api berhasil disekat sehingga area potensial terdampak seluas kurang lebih 400 meter persegi di sekitarnya berhasil diselamatkan.
Proses penanganan dan pendinginan secara total baru selesai dilakukan pada Senin dini hari pukul 00.20 WIB.
Akibat insiden ini, bangunan rumah dan tiga unit warung kayu tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kendati total kerugian material masih dalam proses penghitungan, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam musibah ini.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kemunculan api yang memicu kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian setempat. Pihak pemadam kebakaran kembali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik atau sumber api lainnya di lingkungan tempat tinggal.(*)
![]()












