Payakumbuh,Sumbar24jam.com – Kabar gembira bagi para pencinta dan pelaku usaha peternakan di Sumatra Barat. Gelaran akbar Kontes Kambing Peranakan Etawa (PE) Walikota Cup Kota Payakumbuh Tahun 2026 resmi akan ditabuh pada Minggu, 2 Agustus 2026. Berlokasi di Lapangan Kampus Unand II Kota Payakumbuh, ajang bergengsi ini akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, Minggu (19/7/2026).
Mengusung slogan “Bersama Peternak Membangun Payakumbuh yang Mandiri dan Berdaya Saing”.
Ajang perlombaan kontes ini digagas bersama Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Mardion Fernandes. Struktur kepanitiaan diperkuat oleh Beni Satria Putra, S.Pt (Ketua), Ahmad Solihuddin (Wakil Ketua), Muhammad Zakhi Pratama (Sekretaris), dan Imam Mardi (Bendahara).

Ajang ini dirancang terbuka untuk umum dengan sasaran peserta dari komunitas peternakan, anggota HPDKI, peternak mandiri, hingga peternak pemula,” Ujar Mardion Fernandes kepada awak media.
Ajang lintas sektoral ini tidak hanya memperebutkan tropi bergilir dan piagam penghargaan, tetapi juga total hadiah uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan kambing seni PE secara luas, meningkatkan minat generasi muda untuk beternak di wilayah Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, serta mendorong lahirnya ternak berkualitas tinggi melalui seleksi kompetitif,” tambah nya.
Langkah ini sekaligus diproyeksikan untuk menjadikan wilayah setempat sebagai sentral pengembangan peranakan etawa regional.Dalam kategori perlombaan dan regulasi ketat standardisasi HPDKI serta untuk menjaga keadilan kompetisi, panitia membagi kontes ke dalam beberapa kelas utama ;
@ Kelas Ekstrem Jantan (Kategori khusus bobot dan struktur ekstrem).
@ Kelas A, B, C, D, dan E (Masing-masing dibagi untuk kategori Jantan dan Betina berdasarkan klasifikasi usia dan gigi seri).
@ Kelas Kambing Perah Betina.
Sistem penilaian dalam kontes ini menerapkan regulasi ketat yang mengacu pada standardisasi Himpunan Peternak Kambing Domba Indonesia (HPDKI). Tim juri profesional independen akan menilai detail peserta berdasarkan tiga aspek utama:
– Kesehatan Ternak: Memastikan kondisi fisik prima, bebas penyakit menular melalui pemeriksaan tim dokter hewan, dan nafsu makan baik.
– Struktur Tubuh: Menilai keserasian postur (kombong), keseimbangan tubuh, panjang badan, bentuk kaki, hingga bentuk kepala (nonong) yang melengkung.
– Nilai Seni: Menilai karakter khas PE, kerapian bulu belakang (rewos), serta performa dan keserasian ternak saat berjalan di atas panggung penuntunan.
Dalam Kontes perlobaan ini disajikan edukasi ternak hingga pameran UMKM, Selain ketatnya persaingan di ring penilaian, suasana di sekitar lokasi acara dipastikan akan semarak dengan berbagai kegiatan pendukung.
Panitia pelaksana kontes ini juga telah menyiapkan stan edukasi kesehatan ternak, pameran obat-obatan premium, demonstrasi pembuatan pakan fermentasi, serta konsultasi peternakan gratis.
Tidak hanya itu, ajang ini juga menyediakan ruang promosi bagi usaha UMKM lokal lewat bazar kuliner, pameran produk olahan susu kambing PE, serta hiburan rakyat bagi para pengunjung yang hadir.
Dipenutup Anggota DPRD Kota Payakumbuh Mardion Fernandes menyampaikan ke awak media, bagi untuk pemerintah daerah, pergelaran akbar ini menjadi sarana strategis untuk mempromosikan potensi daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Sementara bagi para peternak, kontes ini menjadi momentum emas untuk menambah wawasan ternak unggulan, menaikkan nilai jual komoditas pasaran, serta mempererat silaturahmi sekaligus menjalin relasi bisnis yang lebih luas,”jawabnya.






