Dr.
Sumbar24jam.com|Pessel – Praktisi Pendidikan, Konsultan Pelatihan Guru, dan Edukator Independen Dr. Itje Chodidjah, M.A. mengimbau para guru di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik yang hidup di era yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
Imbauan tersebut disampaikan Dr. Itje saat menjadi narasumber dalam kegiatan Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Pesisir Selatan yang diikuti ratusan kepala sekolah dan guru di Painan. Menurutnya, perubahan zaman menuntut perubahan cara guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik.
Dr. Itje mengatakan bahwa anak-anak yang dihadapi guru saat ini memiliki karakter, kebutuhan, keterampilan, dan cara belajar yang berbeda dibandingkan dengan masa ketika para guru masih menjadi siswa. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran juga harus terus diperbarui.
“Guru-guru, belajarlah. Anak-anak yang kita hadapi saat ini membutuhkan keterampilan dan sikap yang berbeda dengan masa ketika kita masih belajar. Karena itu, guru harus terus meningkatkan kemampuannya,” ujar Dr. Itje.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar tidak boleh hanya berorientasi pada jawaban benar atau salah. Peserta didik harus diberikan kesempatan untuk mencoba, bereksplorasi, mengemukakan pendapat, dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, pengalaman mencoba merupakan bagian penting dalam membangun kreativitas, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kritis. Anak tidak boleh takut melakukan kesalahan selama proses belajar berlangsung.
“Biarkan anak mencoba sesuatu, terlepas dari hasilnya benar atau salah. Dari proses itulah mereka belajar dan berkembang,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Itje menekankan bahwa guru harus memiliki kemampuan memotivasi peserta didik, terutama ketika mereka mengalami kegagalan atau melakukan kesalahan dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, guru yang baik bukan hanya mampu menjelaskan materi pelajaran, tetapi juga mampu membangkitkan semangat anak agar tidak mudah menyerah dan berani mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
“Kalau ada anak yang salah, guru harus mampu membuatnya bangkit lagi, percaya diri lagi, dan mau mencoba kembali. Itulah pentingnya motivasi dalam pendidikan,” ungkapnya.
Dr. Itje menegaskan bahwa untuk mampu menjalankan peran tersebut, guru harus terus belajar sepanjang hayat. Peningkatan kompetensi, penguasaan metode pembelajaran, serta kemampuan memahami karakter peserta didik menjadi kunci keberhasilan pendidikan di era modern.
Menutup pemaparannya, Dr. Itje berharap seluruh guru di Pesisir Selatan menjadikan belajar sebagai budaya profesional. Dengan guru yang terus berkembang, proses pembelajaran akan semakin berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi yang tangguh, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)






