Payakumbuh,Sumbar24jam.com — Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota resmi menerima bantuan dua unit mobil Water Tank berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia.
Bantuan armada pemadam berwarna merah ini disiapkan untuk memperkuat penanganan musibah kebakaran serta mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Saat ini, kedua unit kendaraan taktis tersebut telah bersiaga di Markas Kodim (Makodim) 0306/50 Kota, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu memberikan dampak besar dalam melindungi keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.
Hal itu ditegaskan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata, saat meninjau langsung kondisi kelayakan armada di halaman belakang Makodim pada Senin siang (13/7/2026).
“Iya, kami mendapatkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kemenhan RI untuk mempercepat respons pemadaman kebakaran di wilayah Luhak Limopuluh,” ujar Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata, yang didampingi Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kapten Inf. Recky W.
Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata putra asli Sumatera Barat yang memiliki rekam jejak penugasan di satuan elit Kopassus menambahkan bahwa armada ini menjadi jawaban atas tingginya potensi bencana Karhutla di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.
“Potensi Karhutla di daerah kita cukup tinggi. Bantuan ini akan sangat krusial untuk melokalisir titik api dengan cepat agar tidak meluas dan meminimalkan dampak kerugian warga,” imbuh Dandim yang baru beberapa bulan menjabat tersebut.
Guna memastikan penggunaan armada yang optimal, personel Kodim 0306/50 Kota juga telah dibekali keterampilan khusus. Manajemen operasional kendaraan dan teknik penjinakan api diberikan langsung melalui pelatihan bersama dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.
“Untuk operasional di lapangan, anggota kami sudah menerima pembekalan teknis dari petugas Damkar Kabupaten Limapuluh Kota. Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Dengan begitu, personel TNI di lapangan dipastikan siap kapan pun dibutuhkan untuk membantu memadamkan api,” pungkasnya.






