Bukit Tinggi,Sumbar24jam.com – Langkah tegas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi bersama jajaran aparat penegak hukum lainnya dalam membongkar jaringan kriminal dan peredaran narkoba mendapat apresiasi luas. Operasi terukur tersebut dinilai berhasil membedah tempat-tempat terindikasi kuat sebagai sarang tindakan kriminal yang selama ini meresahkan warga.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Afriadi Andika, S.H., M.H., selaku Wakil Pimpinan Redaksi Tipikor TV yang juga merupakan Praktisi sekaligus Pemerhati Hukum. Menurutnya, respons cepat pihak kepolisian merupakan bukti nyata komitmen negara dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Langkah tegas tersebut merupakan bukti nyata bahwa aparat penegak hukum tidak tinggal diam terhadap praktik ilegal yang merusak generasi bangsa. Polisi hadir dengan tindakan terukur dan memberikan dampak aman yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Afriadi Andika kepada media.
Andika menegaskan, keberhasilan dalam meringkus para pelaku kejahatan konvensional maupun jaringan narkoba ini harus menjadi tolok ukur penegakan hukum ke depan.
Ia berharap momentum ini melahirkan konsistensi penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu di wilayah hukum Sumatera Barat. Secara khusus, ia juga menyoroti potensi eskalasi kejahatan jalanan yang menggunakan kekerasan. “Kejahatan dengan kekerasan, terutama yang melibatkan senjata api, sangat meresahkan masyarakat.
Saya berharap aparat terus meningkatkan intensitas patroli dan memperkuat sinergi dengan masyarakat untuk mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari,” tambahnya.
Meski memberikan pujian, Andika mengingatkan bahwa keberhasilan operasi pemberantasan kriminalitas ini bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, momentum ini harus dijadikan landasan untuk memperkuat kebijakan preventif dan penegakan hukum yang profesional, objektif, serta transparan.
Di akhir penyataannya, Andika menggarisbawahi pentingnya konsep sinergisitas pentahelix, khususnya hubungan timbal balik antara kepolisian dan warga dalam sistem keamanan lingkungan.
“Tanpa masyarakat, polisi tidak bisa bergerak maksimal, begitu pun sebaliknya. Karena itu, masyarakat dan kepolisian merupakan gerbang utama dalam menumpas kejahatan.
Kasus pemberantasan kriminal dan narkoba di Sumatera Barat ini bukan hanya sekadar tindakan penertiban biasa, melainkan upaya menyelamatkan masa depan daerah,” pungkas Afriadi Andika






