PAINAN, PESSEL – Keberangkatan puluhan Wali Nagari dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ke Provinsi Jawa Barat dalam agenda studi tiru menuai sorotan tajam dari Organisasi Anti Korupsi.
Aliansi Jurnalis Anti Korupsi (AJAK) menduga adanya praktik markup (penggelembungan) anggaran dalam kegiatan yang menggunakan uang negara tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim AJAK (www.ajak.or.id), ditemukan adanya ketimpangan atau selisih biaya keberangkatan antar-kecamatan, meskipun destinasi dan agenda yang dituju sama.
Data investigasi menunjukkan bahwa 18 orang Wali Nagari dari Kecamatan Koto XI Terusan dan 20 orang Wali Nagari dari Kecamatan IV Jurai masing-masing mengeluarkan biaya sebesar Rp7.500.000,- per orang. Sementara itu, 15 orang Wali Nagari dari Kecamatan Bayang mengeluarkan biaya sebesar Rp6.500.000,- per orang.
”Ada selisih sebesar Rp1.000.000,- per orang untuk Kecamatan Koto XI Terusan dan IV Jurai jika dibandingkan dengan Kecamatan Bayang. Ini patut dipertanyakan,” ungkap Ketua Aliansi Jurnalis Anti Korupsi, Soni, S.H., M.H., M.Ling.
Camat Terusan Mengaku Tidak Tahu Menahu Saat dikonfirmasi oleh pihak AJAK dan awak media, Camat Koto XI Terusan, Nurlaini, enggan berkomentar banyak terkait anggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak ikut campur dalam urusan finansial keberangkatan para Wali Nagari.
”Silahkan hubungi Forum Wali Nagari dengan Bapak Rino, karena Wali Nagari berangkat melalui biro perjalanan yang diurus oleh Forum Wali Nagari,” jelas Nurlaini melemparkan tanggung jawab.
Di sisi lain, Rino selaku perwakilan Forum Wali Nagari Koto XI Terusan yang dihubungi oleh tim investigasi AJAK dan awak media belum memberikan jawaban substantif.
Saat dikontak, ia berdalih sedang sibuk. “Sedang mengurus jawi (sapi) korban, sedang jualan dan dengan alasan selalu sibuk terus dengan menutup telepon dengan ucapan silahkan hubungi lagi nanti kembali,” ujarnya singkat.
Sekcam IV Jurai yang di hubungi awak media mengatakan segala biaya sesuai standar biaya, sppd 430 rb/hari, transportasi lokal 800 rb, tiket at cost, hotel at cost.
Terpisah camat bayang yang dihubungi awak media mengatakan agar menghubungi forum Wali Nagari bapak Andi Wali Nagari kapeh Panji.
Wali nagari kapeh Panji yang dihubungi awak media mengatakan bahwa keberangkatan ke Jawa barat dengan biaya 6,5juta per orang dan itu sudah semuanya termasuk tiket pesawat pulang pergi selama 4 hari perjalanan.
Dari hasil investigasi menyayangkan sikap bungkam dan saling lempar tanggung jawab dari pihak-pihak terkait.
Menurut soni, hingga berita ini diturunkan, AJAK masih menunggu kejelasan mengenai ke mana peruntukan aliran selisih uang Rp1.000.000,- per orang tersebut.
Ia juga mengkritik keras momentum keberangkatan studi tiru ini, yang dinilai melukai hati masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan daerah yang sedang mengalami defisit.
”Ini kan uang rakyat. Dengan tujuan dan daerah asal yang sama, tetapi ada dugaan markup biaya, tentu masyarakat akan menilai negatif terhadap penggunaan anggaran pemerintah saat ini.
Apalagi saat ini masyarakat sedang susah dan pemerintah daerah juga sedang defisit anggaran jelas ini pemborosan,” tutup Soni.(Tim Redaksi)
![]()
