LUAK, LIMAPULUH KOTA,Sumbar24jam.com – Sebuah kisah perjuangan hidup yang menyayat hati datang dari Jorong Balai Gadang Ateh, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Seorang janda bernama Elfira Wati (48), harus berjuang seorang diri membesarkan tujuh orang anaknya di tengah impian sederhana: memiliki tempat berteduh yang layak.
Sejak bercerai dengan suaminya empat tahun lalu, wanita kelahiran 11 Desember 1978 ini otomatis menjadi tulang punggung tunggal. Dari tujuh buah hatinya, lima di antaranya masih kecil-kecil dan sangat bergantung pada dirinya.
Untuk menyambung hidup, Elfira mengandalkan pendapatan dari berjualan kecil-kecilan seperti bakso bakar. Namun, roda ekonomi tidak selalu berpihak kepadanya. Penghasilannya tidak menentu; terkadang dagangannya laku, namun tak jarang pula sepi pembeli. Meski didera kesulitan, Elfira tidak pernah putus asa.

Kepada awak media, Elfira menceritakan getirnya perjuangan menahan lapar demi anak-anaknya. Dalam sebuah rekaman video berdurasi 3 menit 28 detik, ia melepaskan keluh kesah tentang kehidupannya yang jauh dari kata layak.
“Pernah pak, dua hari (tidak makan),” ujar Elfira dengan mata berkaca-kaca saat ditanya oleh awak media.
Untuk bertahan saat tidak ada uang, ia terpaksa berutang ke warung tetangga, meski terkadang harus menunggu lama untuk mendapatkan jawaban iba dari pemilik warung. Beruntung, solidaritas warga sekitar masih ada. Belum lama ini, seorang tetangga yang mengadakan pesta pernikahan dengan sukarela membagikan makanan untuk anak-anak Elfira.
Penderitaan Elfira kian bertambah setelah ia mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda motor yang menyebabkan tangannya patah. Saat ini, lengannya masih terpasang pen besi. Pihak rumah sakit sebenarnya telah menganjurkan operasi lanjutan, namun operasi tersebut terpaksa ditunda hingga kondisinya benar-benar memungkinkan secara medis dan finansial.
Di tengah segala keterbatasan, Elfira mengaku bersyukur karena pemerintahan nagari setempat tidak tinggal diam. Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng rutin ia terima.

Namun, ada satu mimpi besar yang selalu mengganjal di hatinya: memiliki rumah yang layak huni bagi anak-anaknya. Terkait hal ini, Sekretaris Nagari Mungo saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan kondisi Elfira. Pihak nagari menegaskan bahwa seluruh bantuan reguler berupa sembako telah disalurkan.
Lebih lanjut dihari yang sama kami tim media berusaha menghubungi walinagari setempat dengan via telpon Whatsapp serta mengirimkan pesan, namun hingga berita ini diterbitkan tidak menjawab saat dikonfirmasi.
Sementara untuk program bedah rumah, pihak sekretaris nagari berjanji akan berusaha maksimal mengajukannya ke dinas terkait.Kini, harapan besar Elfira ditumpukan kepada Bupati Lima Puluh Kota, H.Safni Sikumbang.
Ia sangat berharap sang kepala daerah bersedia mendengarkan jeritan hatinya dan memberikan bantuan bedah rumah agar anak-anaknya bisa tumbuh di hunian yang aman dan layak.
Di penutup pesan moral tertuju buat ibu dan bapak serta para donatur yang berniat memberi kan sedekah, infak serta bantuan buat keluarga ini bisa salurkan langsung ke lokasi tersebut di Jorong Balai Gadang Ateh, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Seorang janda atas nama Elfira Wati (48), semoga bantuan donasi yang diberikan dibalas oleh Allah yang maha kuasa serta menjadi amal ibadah hendaknya aamin.
![]()
