Sumbar24jam.com|Limapuluh Kota – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota pada Kamis (29/10/2026) malam.
Sebanyak tiga unit rumah warga dilaporkan terdampak dalam peristiwa memilukan ini.
Berdasarkan laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lima Puluh Kota, informasi kebakaran pertama kali diterima oleh petugas piket pada pukul 19.57 WIB.
Laporan tersebut datang dari seorang warga yang melihat kobaran api sudah membesar di dekat permukiman.
Merespons laporan darurat tersebut, petugas bergerak cepat. Hanya dalam waktu satu menit, tepatnya pukul 19.58 WIB, armada pemadam kebakaran langsung meluncur dari posko.
Menempuh jarak sekitar 3 kilometer, tim penjinak si jago merah tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.02 WIB dan langsung melakukan lokalisir area agar api tidak merembet lebih luas.
Kondisi lokasi yang berada di area padat penduduk sempat memberikan tantangan tersendiri. Mengingat besarnya potensi bahaya penyebaran api yang mengancam area sekitar seluas ± 500 m², dinas pemadam kebakaran langsung mengerahkan kekuatan penuh.
Sebanyak 3 unit armada dari Kabupaten Lima Puluh Kota (tim gabungan Posko Mungka, Suliki, dan Posko Induk) serta dibantu 1 unit armada dari Damkar Kota Payakumbuh dikerahkan ke lokasi.
Sedikitnya 20 personel pemadam kebakaran baku hantam dengan api di lapangan. Setelah melakukan upaya pemadaman yang intensif dan menyeluruh, amukan si jago merah akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 21.30 WIB.
Akibat insiden ini, area seluas ± 50×20 meter hangus terbakar, Kerusakan infrastruktur mencakup dua unit rumah yang mengalami rusak berat hingga habis dilalap api, serta satu unit rumah lainnya mengalami rusak ringan dengan separuh atap bangunan hangus terbakar.
Salah satu rumah yang terdampak diketahui milik Ibu Fatma Meidila (39), seorang ibu rumah tangga setempat.
Meski menghanguskan bangunan, Dinas Pemadam Kebakaran mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa ini.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih belum diketahui dan berada dalam penyelidikan pihak berwenang.(*)
![]()












