Peringati Sumpah Pemuda, DEMA UIN Imam Bonjol Padang Gelar Diskusi Kepemudaan Nasional: Pemuda Diajak Melawan Krisis Ekologi

Sumbar24jam.com|SUMATERA BARAT – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Imam Bonjol Padang bersama elemen kepemudaan menggelar Diskusi Kepemudaan Nasional bertajuk *“Sumpah Pemuda dan Perlawanan Terhadap Krisis Ekologi”*, Rabu (28/10/2026), bertempat di Manjuto Beach, Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Hidayatul Fikri selaku Koordinator Ketahanan Pangan dan Pembangunan Daerah Tertinggal DEMA PTKIN Seluruh Indonesia, Putra Rahmadani selaku Ketua Umum DEMA FDIK UIN Imam Bonjol Padang, serta David Hidayat, peraih Apresiasi Satu Indonesia Awards Bidang Lingkungan Tahun 2022. Diskusi dipandu oleh Aidil Fitra selaku Ketua HMP Manajemen Dakwah UIN Imam Bonjol Padang.

Diskusi ini menjadi ruang konsolidasi dan pertukaran gagasan antargenerasi muda dalam merespons berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Mulai dari kerusakan ekosistem, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Hidayatul Fikri menegaskan bahwa persoalan krisis ekologi tidak dapat dilepaskan dari persoalan ketahanan pangan dan pembangunan daerah.

“Ketahanan pangan tidak akan pernah terwujud tanpa lingkungan yang terjaga. Pemuda harus memiliki kepedulian terhadap kondisi daerahnya, karena pembangunan yang mengabaikan kelestarian lingkungan justru akan menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Putra Rahmadani menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa harus mampu mengambil posisi dalam merespons persoalan ekologis. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya berdiskusi dan menyampaikan kritik, tetapi juga harus membangun gerakan kolektif yang berdampak bagi masyarakat.

“Momentum Sumpah Pemuda harus kita maknai lebih dari sekadar seremoni. Pemuda dan mahasiswa harus berani mengambil sikap terhadap berbagai persoalan bangsa, termasuk krisis ekologi. Jangan sampai kita lantang berbicara tentang masa depan Indonesia, tetapi abai terhadap kerusakan lingkungan yang sedang terjadi di sekitar kita,” tegasnya.

Di sisi lain, David Hidayat menekankan pentingnya aksi nyata dan konsistensi dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tentang berbicara atau membuat gerakan sesaat. Hal terpenting adalah bagaimana kita membangun kesadaran, memberikan contoh, dan melakukan tindakan nyata secara konsisten. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan lingkungan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, DEMA UIN Imam Bonjol Padang bersama elemen kepemudaan berharap lahir kesadaran kolektif bahwa krisis ekologi merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu harus diterjemahkan ke dalam perjuangan nyata. Jika dahulu pemuda bersatu memperjuangkan kemerdekaan, maka hari ini generasi muda harus bersatu memperjuangkan keberlanjutan lingkungan dan masa depan bangsa.

Diskusi Kepemudaan Nasional ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang pertukaran gagasan, tetapi menjadi titik awal lahirnya gerakan pemuda yang lebih konkret, kritis, dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis ekologi.(*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *