Detik-Detik Pilwana Sudah di Pelupuk Mata! Calon Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiak Nomor Urut 4, Hengky Fernandes, S.Pd.I (Imam Bandaro Suku) Ajak Masyarakat Jaga Marwah Nagari

Sumbar24jam.com|PESISIR SELATAN – Hitungan jam menuju hari penentuan telah dimulai. Pesta demokrasi Nagari yang kita tunggu-tunggu sudah berada tepat di pelupuk mata. Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak se-Kabupaten Pesisir Selatan yang akan digelar pada 21 Oktober mendatang tinggal menghitung hari.

Menyikapi momen yang sangat krusial ini, Calon Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiak Nomor Urut 4, Hengky Fernandes, S.Pd.I, yang juga merupakan Pemangku Adat dengan gelar Imam Bandaro Suku, menyampaikan himbauan yang tulus dari lubuk hati terdalam kepada seluruh masyarakat.

Himbauan ini ia tujukan kepada seluruh masyarakat Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiak yang ia cintai pada khususnya, dan kepada seluruh masyarakat nagari yang akan melaksanakan Pilwana serentak di Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya.

“Detik-detik penentuan masa depan nagari kita sudah di depan mata. Pilwana bukan lagi cerita yang jauh, tapi sudah hadir di pelupuk mata kita semua. Inilah saatnya kita buktikan bahwa kita adalah masyarakat yang dewasa, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan agama dalam berdemokrasi,” ujar Hengky Fernandes membuka himbauannya.

Sosok Hengky Fernandes bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat. Ia adalah figur yang lengkap. Dikenal sebagai seorang pendidik yang pernah lama mengabdi sebagai Guru SD, kesabarannya dalam mendidik dan kebijaksanaannya dalam membimbing telah membentuk karakter kepemimpinan yang santun dan mengayomi.

Rekam jejaknya yang lama berkecimpung di Pemerintahan Nagari membuatnya sangat paham betul seluk-beluk birokrasi, denyut nadi persoalan masyarakat dari bawah, hingga cara membangun nagari dengan program yang nyata dan menyentuh. Ditambah lagi, sebagai Pemangku Adat yang bergelar Imam Bandaro Suku, beliau adalah sosok penjaga marwah, adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah, yang menjadi tempat bertanya dan tempat mengadu bagi anak kemenakan.

Menurutnya, semakin dekat hari H, suasana di tengah masyarakat akan semakin dinamis. Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa, namun jangan sampai hal tersebut mengikis rasa persaudaraan dan kekeluargaan kita sebagai sesama anak nagari.

Beliau menegaskan bahwa Pilwana harus menjadi ajang silaturahmi akbar untuk mempererat persaudaraan. Perbedaan pilihan adalah rahmat yang harus disikapi dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Jangan pernah biarkan perbedaan pilihan sesaat merusak tatanan adat dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

Di tengah waktu yang tinggal menghitung jam ini, Hengky Fernandes mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Pilwana yang sejuk, damai, dan bermartabat. Mari kita tolak segala bentuk provokasi, berita bohong, ujaran kebencian, dan praktik politik uang. Mari kita tentukan pemimpin dengan hati nurani yang bersih, demi melahirkan pemimpin yang benar-benar amanah dan mampu membawa nagari ke arah yang lebih baik.

Secara khusus, kepada seluruh pendukung, relawan, simpatisan, dan keluarga besar Nomor Urut 4, Imam Bandaro Suku menitipkan pesan yang sangat mendalam dan penuh makna.

Di sisa waktu yang sudah sangat singkat ini, beliau memohon dengan sangat agar seluruh pendukung tetap menjaga etika, adab, dan marwah perjuangan. Tetaplah menjadi pribadi yang santun, sabar, dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang memecah belah. Jangan pernah membalas keburukan dengan keburukan. Jangan pernah merendahkan atau menjelek-jelekkan calon lain, baik secara langsung maupun di media sosial.

Tunjukkan bahwa pendukung Hengky Fernandes adalah barisan yang berpendidikan, beradat, dan berakhlak mulia. Barisan yang berjuang dengan cara-cara yang cerdas, menawarkan gagasan dan program kerja yang membangun, bukan dengan fitnah dan caci maki. Kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih dengan penuh kehormatan.

Lebih dari sekadar pendukung, jadilah pelopor kedamaian di tengah masyarakat. Hadirlah sebagai penyejuk ketika suasana mulai memanas. Jika ada perbedaan di lapangan, selesaikanlah dengan musyawarah dan mufakat secara bijaksana, sebagaimana adat kita mengajarkan.

“Waktu penentuan sudah sangat dekat, tinggal menghitung jam. Mari kita sambut hari bersejarah itu dengan hati yang damai, dengan niat yang tulus untuk membangun nagari. InsyaAllah, jika amanah itu dititipkan kepada saya, saya akan jadikan Kantor Wali Nagari sebagai rumah gadang kita bersama. Rumah tempat kita bermusyawarah, rumah tempat kita merancang masa depan Sungai Nyalo IV Koto Mudiak yang lebih maju, religius, dan bermartabat,” tutup Hengky Fernandes dengan penuh ketulusan.(*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed