Banda Aceh,Sumbar24jam.com — Kabar duka mendalam menyelimuti Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, khususnya Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya. Salah satu putra terbaiknya yang dikenal sebagai sosok polisi humanis dan berhati mulia, Aipda Jonni Rahmad, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) dini hari di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit tumor mediastinum yang diidapnya. Kepergian sang bhayangkara ini menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar institusi Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas, terutama warga miskin di Pidie Jaya yang selama ini menjadi sasaran kedermawanannya.
Di kalangan masyarakat dan rekan sejawatnya, Aipda Jonni Rahmad dikenal sebagai pahlawan tanpa jubah. Di tengah keterbatasan sebagai seorang anggota polisi dengan gaji yang pas-pasan, almarhum justru mendedikasikan sebagian besar penghasilannya untuk membantu sesama.
Tercatat, berkat kedermawanan dan ketulusannya, empat unit rumah layak huni berhasil dibangun baru, serta tiga unit rumah lainnya direnovasi. Semua pembangunan tersebut diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin yang sebelumnya tinggal di hunian yang tidak layak.
Dana yang digunakan murni berasal dari penyisihan gaji pribadi dan tetes keringatnya sendiri, bukan dari dana proyek ataupun warisan. Bagi Jonni, seragam cokelat yang dikenakannya bukan sekadar pakaian dinas, melainkan sebuah jembatan kasih untuk merakit kembali martabat manusia yang terhimpit kemiskinan.
Dedikasi Aipda Jonni melampaui batas tugas kedinasannya. Masyarakat Aceh tentu masih mengingat aksi heroiknya saat musibah banjir besar melanda pada akhir tahun 2025 lalu. Di saat semua orang panik menyelamatkan harta benda berharga, Jonni justru bertaruh nyawa menerobos derasnya arus banjir demi mengevakuasi mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra di tempat pengajian anak-anak.
Bagi almarhum, membiarkan lentera iman dan fasilitas pendidikan agama bagi anak-anak korban bencana rusak adalah hal yang tidak bisa ia toleransi. Baginya, melihat anak-anak bisa tersenyum dan kembali mengaji setelah bencana adalah kebahagiaan tertinggi.
Kini, sang pelita dari Pidie Jaya itu telah padam. Aipda Jonni Rahmad meninggalkan seorang istri dan empat orang anak tercinta. Isak tangis dan ratapan haru mengiringi prosesi pelepasan jenazah almarhum, baik dari keluarga yang kehilangan tiang penopang, maupun dari warga binaannya yang kehilangan tempat bersandar.
Selamat jalan, Aipda Jonni Rahmad. Seragam dan atribut kedinasanmu kini telah tertanggal, namun jejak kebaikan dan warisan kemanusiaanmu telah terpahat abadi di bumi Serambi Mekah. Terima kasih atas segala cinta dan pengabdian tulusmu kepada rakyat.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un “
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Tidurlah dengan tenang, pahlawan kemanusiaan yang sesungguhnya.
![]()








