Tanggap Darurat Kabut Asap, BPBD Payakumbuh Gencar Distribusikan Masker ke Sekolah dan Masyarakat

Payakumbuh,Sumbar24jam.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk paparan kabut asap yang kian pekat.

Atas instruksi langsung dari Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, jajaran personel BPBD dikerahkan ke lapangan untuk membagikan masker medis secara gratis kepada para pelajar, tenaga pendidik, serta elemen masyarakat luas.

Langkah preventif ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah, guna menekan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat memburuknya kualitas udara belakangan ini.

Aksi kemanusiaan dan mitigasi dampak polusi udara ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL), Hepi, serta Kasi Kedaruratan, Yuserizal. Sejak digulirkan pada 7 September 2026 lalu, tim reaksi cepat telah menyisir dan mendistribusikan logistik masker ke lebih dari 15 sekolah, yang didominasi oleh tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).

Kondisi udara di Kota Payakumbuh saat ini berada dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data teknis terkini, parameter pencemar udara PM2,5 berada di angka 157 mikrogram/m³, yang mengindikasikan bahwa kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

“Kami bergerak cepat melakukan pembagian masker di sekolah-sekolah karena anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak oleh gangguan cuaca dan kabut asap saat ini,” jelas Kabid KL BPBD Kota Payakumbuh, Hepi, saat memberikan keterangan resmi di Kantor BPBD, Kamis (17/9/2026).

Selain melakukan aksi nyata di lapangan, BPBD Kota Payakumbuh memperketat pengawasan terhadap dinamika cuaca, indeks pencemaran, serta potensi titik api (kebakaran hutan dan lahan). Sebagai bentuk koordinasi vertikal, BPBD Kota Payakumbuh secara disiplin melaporkan kondisi udara dan situasi kebencanaan sebanyak dua kali dalam sehari kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat.

Pihak BPBD juga aktif memanfaatkan media massa guna menyosialisasikan perkembangan informasi dan edukasi kebencanaan agar seluruh lapisan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dini selama kondisi cuaca ekstrem ini berlangsung.

Aksi tanggap darurat yang dilancarkan oleh BPBD ini berjalan selaras dengan kebijakan mitigasi pencemaran udara dari Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Seluruh jajaran satuan pendidikan diimbau keras untuk menerapkan protokol keselamatan berikut demi melindungi para siswa selama proses belajar-mengajar:

Hentikan Aktivitas Luar Ruangan: Menutup sementara seluruh kegiatan fisik di lapangan terbuka, termasuk upacara bendera, olahraga, senam bersama, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Wajib Masker di Area Sekolah: Mewajibkan para siswa, guru, dan staf kependidikan untuk memakai masker secara benar, terutama saat bermobilisasi di luar gedung kelas.

Optimalisasi Ruang Kelas Tertutup: Memastikan sirkulasi udara dari luar dapat dihambat dengan menutup rapat jendela kelas, serta memaksimalkan proses pembelajaran di dalam ruangan yang aman dari kepulan asap.

Pemerintah Kota Payakumbuh turut mengetuk peran aktif para orang tua di rumah untuk menjaga kesehatan buah hati mereka pascajam sekolah berakhir.

Orang tua diimbau tegas membatasi aktivitas luar rumah bagi anak-anak mereka, memperbanyak konsumsi air putih, serta melarang keras tindakan pembakaran sampah di lingkungan pemukiman yang dapat memperparah kepekatan kabut asap di wilayah kota.

https://lcsaq-dev.my.id/dashboard/lcsaq/dlh_pyk

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed