Sumbar24jam.com|Pesisir Selatan – Kabupaten Pesisir Selatan akan menggelar pesta demokrasi tingkat nagari.Sebanyak 93 Nagari dari 182 nagari yang ada akan mengikuti Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Menjelang tahapan Pilwana tersebut,himbauan Pilwana Badun sanak datang dari tokoh rantau Pesisir Selatan, Bakri Maulana, SE., MP. Putra asli Batang Kapas yang sukses di tanah rantau dan saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS), mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pilwana sebagai ajang memperkuat persaudaraan, bukan memecah belah.
Saat dihubungi awak media melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (16/9), Bakri Maulana menegaskan,Pilwana adalah milik kita bersama.Beda pilihan itu biasa,tapi badun sanak harus tetap dijaga,jangan sampai gara-gara Pilwana,silaturahmi putus,kampung jadi bermusuhan.
Dalam himbauannya,ia mengajak seluruh dunsanak untuk menjaga persatuan dan adat. Menurutnya,Pilwana harus berjalan aman, damai, dan beradat, di mana kemenakan, mamak, dan seluruh unsur nagari harus saling merangkul dalam satu semangat kekeluargaan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat menolak politik uang dan hoaks.Jangan sampai harga diri nagari digadaikan dengan politik uang. Masyarakat diminta untuk saring sebelum sharing serta bersama-sama melawan fitnah dan ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan sosial di nagari.
Ia juga mengajak untuk menghormati semua calon terbaik nagari.Baginya, semua calon yang maju adalah putra terbaik nagari.Siapapun yang nantinya terpilih adalah Wali Nagari untuk semua masyarakat,bukan hanya untuk pendukungnya saja,sehingga harus didukung bersama untuk kemajuan nagari.
Selain itu,ia meminta seluruh pihak untuk ikut menyukseskan penyelenggara.Dukungan penuh harus diberikan kepada Panitia Pilwana, Bamus, dan DPMD agar pelaksanaan di 446 TPS yang tersebar di Pessel berjalan tertib, lancar,dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Peran rantau sebagai perekat juga menjadi penekanan penting.Perantau Pessel dimanapun berada, melalui wadah PKPS sebagai rumah besar perantau,harus menjadi penyejuk dan perekat,bukan justru memanaskan suasana di kampung halaman dari tanah rantau.
Tujuan dan maksud dari himbauan Pilwana Badun sanak ini, kata Bakri, adalah sebagai wujud kecintaan yang mendalam terhadap kampung halaman.Meski raga di rantau, hati tetap di Pesisir Selatan.Pilwana Badunsanak adalah panggilan jiwa untuk memastikan demokrasi di tingkat nagari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dan semangat persaudaraan.
Makna Pilwana Badunsanak itu sendiri adalah bagaimana kompetisi yang sehat melahirkan persatuan yang lebih kuat.Bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah,tapi bagaimana setelah Pilwana,nagari menjadi semakin kompak,pembangunan semakin maju, dan silaturahmi antar warga semakin erat. Itulah demokrasi yang beradat dan bermartabat,”tutup pria yang akrab disapa BM itu.
“PKPS sebagai rumah besar perantau Pesisir Selatan mengajak dunsanak di rantau untuk ikut mendinginkan suasana. Telepon keluarga di kampung, ajak untuk Pilwana Badunsanak. Nagari maju kalau kita kompak,” tutup Bakri Maulana. Ia berharap Pilwana serentak 2026 melahirkan pemimpin-pemimpin nagari yang amanah, melayani, dan mampu membawa nagari lebih maju dan sejahtera.(*)
![]()






