Limapuluh Kota (LUAK),Sumbar24jam.com – Menepis sikap apatis terhadap rusaknya fasilitas publik, puluhan pemuda bersama masyarakat Batang Tabik mengambil inisiatif nyata. Kecewa dengan kondisi ruas jalan Payakumbuh–Gadut (bagian dari jalur Payakumbuh–Lintau) yang kian memprihatinkan, mereka menggelar aksi gotong royong massal menggunakan dana swadaya untuk menambal titik-titik lubang yang dinilai paling membahayakan keselamatan pengendara, Minggu (13/9/2026)
Aksi ini dipicu oleh tingginya angka kecelakaan dan banyaknya keluhan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ruas jalan yang melewati kawasan wisata Batang Tabik, Nagari Sungai Kemuyang, Kecamatan Luak ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
Namun, alih-alih mulus, jalan provinsi ini justru dipenuhi lubang menganga yang kerap digenangi air saat hujan turun.”Kami tidak bisa lagi hanya duduk diam menunggu anggaran turun atau janji perbaikan. Setiap hari ada saja pengendara motor yang jatuh, apalagi kalau malam hari.
Sebagai pemuda setempat, kami merasa terpanggil untuk bergerak langsung,” ujar Ketua Pemuda Batang Tabik di lokasi pengerjaan.Kepada awak media,salah satu perwakilan pemuda Batang Tabik, mengutarakan bahwa gerakan ini murni lahir dari rasa kepedulian terhadap para pengguna jalan.
“Kami melakukan pengerjaan ini dengan swadaya apa adanya, serta dibantu sumbangan para donatur yang tergugah hatinya untuk keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan lintas ini,” ujar pemuda setempat kepada tim media Sumbar24jam.
Ia menambahkan bahwa fokus perbaikan kali ini diarahkan pada titik-titik lubang terdalam yang sangat rawan memicu kecelakaan fatal.
“Pengerjaan dikerjakan pada bagian titik-titik jalan berlubang yang sangat membahayakan bagi pengguna sepeda motor, terutama anak sekolah, ibu-ibu, serta para orang tua yang rutin menggunakan akses jalan ini,” lanjutnya.
Berbekal cangkul, sekop, serta material semen dan pasir yang dibeli murni dari hasil donasi swadaya warga, pemilik toko sekitar, dan para perantau, para pemuda bahu-membahu melakukan semenisasi atau pengecoran. Guna menjaga keamanan bersama dan menghindari kemacetan parah, pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara manual dengan sistem buka-tutup oleh sebagian pemuda lainnya.
Aksi nyata ini mendapat apresiasi luas dari para pengendara yang melintas serta tokoh masyarakat setempat. Meskipun perbaikan swadaya ini sifatnya hanya sementara (darurat) guna meminimalisir kecelakaan, gerakan ini diharapkan dapat menjadi sentilan positif bagi instansi terkait.
Di akhir penyampaiannya, rekan-rekan pemuda Batang Tabik berharap penuh agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata sebelum ada korban jiwa yang lebih banyak.
“Pemerintah harus tanggap dan serius terhadap akses jalan yang sangat membahayakan bagi masyarakat, terkhusus bagi para pengendara sepeda motor roda dua,” tutup pemuda Batang Tabit.
![]()






