Sumbar24jam.com|PESISIR SELATAN – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan memberikan apresiasi terhadap langkah dan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pessel dalam memperjuangkan keikutsertaan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris SIWO PWI Pesisir Selatan, Nanda Rahayu Putra, Minggu (13/9/2026). Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkab dan KONI menunjukkan komitmen yang kuat agar atlet-atlet Pesisir Selatan tetap bisa tampil dan mengharumkan nama daerah di ajang tingkat provinsi tersebut.
Ancaman batalnya keikutsertaan Pesisir Selatan, kata Nanda, tidak bisa diartikan sebagai kurangnya perhatian terhadap dunia olahraga. Pasalnya, Pemkab telah menunjukkan keseriusan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026 untuk kebutuhan kontingen.
“Kami melihat ada keseriusan dari Pemkab maupun KONI Pesisir Selatan. Anggaran telah diperjuangkan dan disediakan, sementara KONI juga sudah mempersiapkan atlet yang nantinya akan membawa nama Pesisir Selatan,” ujar Nanda.
Namun, lanjut Nanda, persoalan yang dihadapi saat ini cukup kompleks. Hal ini disebabkan rentang waktu antara pengesahan APBD-P dengan pelaksanaan Porprov yang sangat berdekatan. APBD-P Pesisir Selatan dijadwalkan disahkan pada 27 September 2026, sementara Porprov Sumbar akan dimulai pada 2 Oktober 2026, sehingga waktu persiapan kontingen menjadi sangat terbatas.
SIWO, kata dia, juga memahami sikap kehati-hatian KONI Pesisir Selatan dalam mengambil keputusan, terutama terkait aspek hukum dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah.
“Semangat untuk mengikuti Porprov tentu sangat besar. Namun semangat itu harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan. Jangan sampai karena mengejar waktu yang sangat terbatas kemudian muncul persoalan administrasi ataupun pertanggungjawaban di kemudian hari,” jelasnya.
Di sisi lain, SIWO juga menaruh perhatian besar kepada para atlet yang selama ini telah berlatih keras mempersiapkan diri. Menurut Nanda, kesempatan bertanding di Porprov sangat penting bagi pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
“Kita tentu berharap masih ada jalan keluar terbaik. Jangan sampai atlet yang sudah berlatih dan memiliki harapan besar untuk tampil akhirnya kehilangan kesempatan bertanding karena persoalan yang berada di luar kemampuan mereka,” katanya.
Nanda menegaskan, persoalan keikutsertaan Pesisir Selatan di Porprov tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Kepentingan atlet harus diperjuangkan, tetapi mekanisme dan aturan penggunaan keuangan daerah juga tidak bisa diabaikan.
Untuk itu, SIWO berharap persoalan ini tidak menjadi ruang untuk saling menyalahkan antar pihak.
“Persoalan ini bukan tentang siapa yang harus disalahkan. Yang kita butuhkan sekarang adalah solusi yang memungkinkan Pesisir Selatan tetap berpartisipasi tanpa mengabaikan ketentuan administrasi dan aturan penggunaan anggaran,” tegasnya.
SIWO juga mengapresiasi usulan KONI Pesisir Selatan yang sebelumnya berharap jadwal Porprov dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada November atau Desember 2026. Usulan itu dinilai sebagai ikhtiar untuk memberikan ruang persiapan yang lebih memadai, bukan bentuk ketidaksiapan.
“Prestasi atlet harus kita perjuangkan, tetapi tata kelola yang benar juga harus dijaga. Kami berharap komunikasi antara seluruh pihak terus dilakukan sehingga ditemukan jalan keluar terbaik. Pada akhirnya, yang kita inginkan sama: atlet Pesisir Selatan bisa bertanding, membawa nama daerah dan memberikan prestasi terbaik pada Porprov,” tutup Nanda.(*)
![]()






