Sumbar24jam.com|Pessel-Polsek BAB Tapan melakukan pengecekan terhadap satu titik hotspot yang terdeteksi di wilayah hukumnya, Kabupaten Pesisir Selatan Selasa (08/89/2026).
Petugas kemudian melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Titik hotspot tersebut terdeteksi sekitar pukul 07.00 WIB berdasarkan informasi tersebut anggota Polsek BAB Tapan dan BPBD Pessel Posko Tapan Menindak lanjuti informasi tersebut, personel Polsek BAB Tapan dan BPBD Pessel Posko Tapan melakukan pengecekan menggunakan aplikasi Maps dan Maverick menuju titik koordinat yang terdeteksi.
Kapolres Pesisir selatan AKBP Ricky Ricardo, S.I.K.,S.H.,M.H melalui Kapolsek BAB Tapan Iptu Usman Kamal, SH, MM melalui personelnya, menemukan adanya kebakaran lahan di Nagari Koto Enaw Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Petugas selanjutnya bergabung dengan Satgas BPBD Pessel Posko Tapan untuk melakukan upaya pemadaman.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 2 hektare dan merupakan lahan milik masyarakat.
“Kami bersama tim BPBD Pessel Posko Tapan langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi adanya titik hotspot Kami bersama BPBD melakukan pemadaman dan terus memantau kondisi di lapangan,”ujar Kapolsek BAB Tapan Iptu Usman Kamal, SH, MM
Dalam upaya pemadaman, petugas bersama tim gabungan berhasil memadamkan api di sekitar 1 hektare lahan. Saat pengecekan berlangsung, masih ditemukan asap di lokasi, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman.
Selain melakukan ground check dan pemadaman, personel Polsek BAB Tapan juga melaksanakan sosialisasi serta menyebarkan maklumat larangan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat.
Petugas turut meningkatkan patroli karhutla bersama pemerintah setempat, khususnya di wilayah yang dianggap rawan terjadi titik api. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Polsek BAB Tapan juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim panas dan kemarau serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun kebakaran lahan.
Dalam pelaksanaan pengecekan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi lokasi hotspot yang sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda empat dan tidak ada sumber air akibat kemarau. Kendati demikian, petugas bersama tim gabungan tetap melakukan upaya pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas. (*)
![]()






