Palupuh Gempar: Ratusan Pelajar hingga Ibu Hamil Diduga Keracunan Massal Usai Konsumsi Menu Makan Bergizi Gratis

Agam, Sumbar24jam.com – Ratusan warga yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, hingga ibu menyusui di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, diduga kuat mengalami keracunan massal. Peristiwa ini terjadi usai mereka mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).Hingga Rabu siang (2/9/2026).

Kondisi puskesmas Palupuh dilaporkan tumpah ruah. Area halaman dan ruang tunggu dipadati oleh ratusan pasien yang datang dengan keluhan serupa, yakni muntah-muntah, diare (mencret), dan pusing mendadak. Suasana di pusat kesehatan tersebut mendadak riuh dan padat menyerupai pasar.

Berdasarkan foto dan video yang beredar luas di grup WhatsApp warga setempat, puluhan sepeda motor tampak memenuhi area parkir. Warga terlihat mengantre, dan satu unit ambulans disiagakan di depan Puskesmas Palupuh.Salah seorang warga menuliskan keprihatinannya, “Sepanjang sejarah hidup… Iko baru banyak pasien di rumah sakit” (Sepanjang sejarah hidup, baru kali ini pasien sebanyak ini di rumah sakit).

Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., membenarkan adanya lonjakan drastis jumlah pasien tersebut.
“Hingga siang ini, lebih dari seratusan warga kami mengalami gejala muntah, mencret, dan pusing. Sejak tadi malam, bidan-bidan desa sudah kewalahan menangani pasien. Sebagian pasien yang kondisinya cukup parah terpaksa kami rujuk ke Puskesmas Palupuh dan RSUD Ahmad Mochtar Bukittinggi,” ujar Novri saat dikonfirmasi.

Novri menduga kuat bahwa pemicu utama keracunan massal ini berasal dari menu makanan program MBG yang dibagikan di wilayah nagarinya. Atas dasar tersebut, ia mengambil langkah tegas demi keselamatan warga.

“Saya menduga kuat ini akibat makanan MBG. Dan saya tegaskan, mulai hari ini program MBG di Nagari Koto Rantang dihentikan sementara waktu hingga ada hasil pemeriksaan dan kejelasan resmi dari pihak BPOM,” tegasnya.

Kepanikan dan kecemasan mendalam juga tergambar jelas di grup percakapan warga “Limo Nagari Basatu”. Seorang warga mengirimkan pesan pada pukul 12.12 WIB yang berbunyi: “Semakin siang pasien makin bertambah.. ada anak-anak yang kejang. Ya Allah, tolong lindungi anak-anak kami.” Warga lainnya juga mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah pencegahan nyata agar jumlah korban tidak terus bertambah.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam beserta pihak penyelenggara program MBG belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, KSPPG Pasia Laweh yang sempat dihubungi oleh awak media memilih untuk bungkam.

Saat ini, tim medis di Puskesmas Palupuh masih terus bekerja ekstra keras untuk menangani gelombang pasien yang dilaporkan masih terus berdatangan. Masyarakat mendesak pemerintah dan aparat berwenang untuk segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG guna memastikan penyebab pasti kontaminasi, serta menghentikan total distribusinya jika terbukti berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *