Pemkab Pesisir Selatan Mulai Pembangunan Kembali Jembatan Gantung Inunang Senilai Rp3,5 Miliar

Sumbar24jam.com|Pessel – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi memulai pembangunan kembali Jembatan Gantung Inunang di Nagari IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas. Pembangunan infrastruktur vital senilai Rp3,5 miliar lebih ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, S.H., M.H., Selasa, 1 September 2026.

Jembatan gantung khusus pejalan kaki dengan bentang 100 meter ini menjadi akses utama warga Kampung Inunang yang putus total setelah hanyut diterjang banjir bandang pada 27 November 2025. Sebelumnya jembatan juga sempat rusak parah akibat banjir 2024. Sejak hanyut, mobilitas warga lumpuh total dan harus memutar sejauh lebih dari 5 kilometer.

Wali Nagari IV Koto Hilir, Roni Eka Putra, mewakili masyarakat menyampaikan rasa syukur. Menurutnya, pembangunan ini menjawab penantian panjang warga yang terisolasi.

“Kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Hendrajoni. Beliau telah membuktikan janji politiknya untuk memprioritaskan jembatan kami. Jembatan ini adalah penolong dan urat nadi kami untuk ke kebun, mengangkut hasil tani, anak-anak ke sekolah, dan akses kesehatan,” ungkap Roni.

Bupati H. Hendrajoni dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus menjadi fokus utama pemerintahannya karena dampaknya langsung dirasakan rakyat.

“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memahami bahwa infrastruktur merupakan urat nadi pembangunan. Keberadaan jembatan yang layak bukan hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penunjang aktivitas masyarakat dalam bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial ekonomi lainnya. Jika infrastrukturnya baik, maka ekonominya akan bergerak,” terang Bupati.

“Saya minta dengan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen, kontraktor pelaksana CV. Taman Karya Manggala, hingga konsultan pengawas PT. Karsayasa Jumanta, untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Pastikan pekerjaan selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik. Tidak ada toleransi untuk pekerjaan asal-asalan. Saya juga mengajak masyarakat Nagari IV Koto Hilir untuk ikut mendukung dan mengawasi proses pembangunan ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan, Jaferi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa perencanaan jembatan baru ini dilakukan dengan evaluasi total dari kejadian banjir sebelumnya agar jauh lebih kokoh.

“Kami di PUTR memahami betul urgensi dan trauma warga terhadap banjir. Karena itu dalam perencanaan, kami tidak hanya membangun, tapi juga memperkuat struktur agar lebih tahan terhadap banjir dan arus sungai yang deras. Ini adalah pelajaran dari jembatan lama,” jelas Jaferi.

“Pertama, pondasi dan angker jembatan kita perkuat dan perdalam. Kedua, material baja, kabel utama, dan lantai jembatan kita gunakan kualitas yang lebih kokoh dengan standar galvanis anti karat. Ketiga, elevasi atau ketinggian jembatan kita naikkan menyesuaikan debit banjir tertinggi tahun lalu, sehingga lebih aman saat air besar datang,” paparnya.

Jaferi menambahkan, pihaknya telah membagi tahapan kerja secara rinci untuk mengejar target 140 hari kalender.

“Kita sudah bagi tahapan kerjanya, yang penting dukungan masyarakat dan cuaca mendukung. Mohon doanya agar pembangunan ini berjalan lancar. Percepatan pembangunan ini juga sebagai bentuk respons cepat Pemkab terhadap aspirasi masyarakat yang sudah berbulan-bulan terisolasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan intensif dan melekat di lapangan setiap hari.

“Kami dari Bidang Bina Marga akan memastikan pekerjaan dilaksanakan 100 persen sesuai spesifikasi teknis dan gambar perencanaan. Pengawasan harian akan kami lakukan bersama konsultan pengawas agar kualitas terjaga dan target waktu 140 hari kalender tercapai. Tidak boleh ada pengurangan volume atau mutu,” ujar Fahresi.

Ia juga menjelaskan koordinasi intensif terus dilakukan dengan pelaksana untuk mengantisipasi kendala di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed