Anggota DPRD Pessel Muhammad Darda Kunjungi Balita Penderita Hidrosefalus di Padang Lawas

Sumbar24jam.com|Pessel-Anggota DPRD Pessel Muhammad Darda kunjungi balita penderita hidrosefalus di Padang Lawas Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan.Senin Pagi 31/8/2026

Dalam kunjungan tersebut Darda turut didampingi Camat Sutera Iwal Spt dan Wali Nagari Amping Parak Irwan Desrinaldi, Darda mengaku sangat prihatin atas kondisi  yang dialami Ardio anak berusia 25 hari itu,Ada  gangguan pertumbuhan akibat penumpukan cairan di otak sejak lahir.

“Dari sisi itu Muhammad Darda, mencoba memberikan arahan yang terbaik terhadap penanganan yang tepat bagi Ananda Ardio.Kami juga meminta tim RSUD untuk memitigasi risiko agar kasus seperti ini tidak terulang di Pessel,” katanya.

Ardio adalah putra pasangan Beni Martin (40), seorang petani, dan Febri Putri Yana (37), ibu rumah tangga. Keluarga tersebut tinggal di Kampung Padang Lawas, Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.

Beni menceritakan kepada Anggota DPRD Pessel itu dan Camat Sutera serta Wali Nagari,Selain kelainan pada janin mulai diketahui ketika kehamilan istrinya memasuki usia tujuh bulan. Saat itu, Febri yang cukup sering mengalami sakit perut dibawa untuk menjalani pemeriksaan USG.

Dari pemeriksaan tersebut, dokter menemukan adanya pembesaran pada ukuran kepala janin dan menyarankan agar kondisi itu segera mendapat penanganan.

Setelah lahir, lingkar kepala Ardio mencapai sekitar 55 sentimeter. Berdasarkan pemeriksaan dokter, bayi tersebut kemudian dinyatakan mengalami hidrosefalus dan dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang untuk menjalani operasi pada Selasa (18/8/2026) Lalu.

Namun, dua hari setelah operasi, Ardio harus kembali mendapat penanganan medis. Bayi tersebut dirujuk ke RS Unand setelah keluarganya mendapati urine Ardio berwarna hijau.Kondisi Kesehatan

Selama berada di RS Unand, Ardio menjalani perawatan selama tiga hari. Setelah itu, ia kembali dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang dan menjalani perawatan selama empat hari.

Setelah kondisinya dinilai membaik, Ardio akhirnya diperbolehkan pulang. Untuk sementara, ia tinggal di rumah neneknya yang berada di Sariak Lawang, Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera. Beni membawa Ardio kembali ke rumah mereka di Padang Lawas.

Beni mengaku kondisi kesehatan anaknya turut memberikan tekanan emosional bagi istrinya. Febri disebut sering menangis saat melihat keadaan Ardio.

Meski demikian, Beni menyebut kondisi Ardio mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani operasi. Ukuran kepala bayinya berangsur berkurang sekitar tiga sentimeter.

Kendati demikian, Ardio masih harus menjalani operasi lanjutan yang dijadwalkan pada 10 September 2026.

“Alhamdulillah Muhammad darda bersedia untuk mengantar Ardio dan ayah dan ibunya ke rumah sakit nantinya kapan pun diperlukan.”ucap Darda.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *