Limapuluh Kota,Sumbar24jam.com – Langkah nyata dan kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan di wilayah pelosok ditunjukkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Endri Mulyadi ST.
Tanpa menunda waktu, Endri memimpin langsung rombongan dinas dan awak media untuk menembus wilayah terpencil di Jorong Soriak Lompak an, Kenagarian Suliki, Senin (10/8/2026).
Kunjungan mendadak ini merupakan bentuk respons cepat (fast response) atas laporan kepala sekolah (kepsek) mengenai kondisi tebing bukit di belakang sekolah yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan para siswa.
Kedatangan rombongan Kabid Dikdas ini disambut dengan penuh keharuan dan rasa syukur oleh kepala sekolah serta majelis guru. Pihak sekolah mengaku sangat tersentuh, karena selama ini wilayah mereka nyaris tak pernah dilirik oleh jajaran pejabat daerah.
“Baru kali ini sekolah kami dikunjungi oleh pejabat sekelas Kepala Bidang. Kami sangat berterima kasih atas kebaikan dan kerendahan hati Bapak Kabid yang sudi turun langsung melihat kondisi kami di sini,” ungkap Kepsek dengan nada bergetar.
Menatap Realita Pendidikan di Garis Depan
Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lokasi, kondisi fasilitas pendidikan di sekolah tersebut memang sangat memprihatinkan dan butuh pertolongan darurat. Dinding gedung sekolah mengalami retak rambut hingga retak menganga di berbagai sudut.
Lebih memilukan lagi, dua ruang kelas (lokal) telah lenyap terbawa longsor beberapa tahun lalu akibat terjangan material bukit di belakang sekolah. Demi menjaga api semangat belajar anak-anak bangsa, pihak sekolah terpaksa memutar otak dengan cara darurat.
Satu ruangan terpaksa dibagi dua menggunakan sekat tipis agar seluruh siswa tetap bisa belajar. Dengan keterbatasan fasilitas, siswa terpaksa belajar di ruang sempit dan bising karena suara yang saling bersahutan antar-kelas.
Kepsek membeberkan bahwa musibah robohnya dua lokal tersebut sudah lama dilaporkan ke dinas pendidikan, namun bertahun-tahun berlalu, bantuan yang dinanti tak kunjung datang.
Melihat langsung kondisi yang serba terbatas dan membahayakan tersebut, Kabid Dikdas Endri Mulyadi tampak terenyuh dan tidak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. Sebagai pejabat yang belum lama mengemban amanah, ia langsung pasang badan untuk membawa perubahan.
“Ibu Kepsek, saya belum lama menduduki jabatan sebagai Kabid, jadi saya baru mengetahui kondisi riil sekolah ini hari ini. Saya berjanji, setelah Ibu melengkapi seluruh persyaratan administrasi, saya akan mengawal dan mengusulkan langsung bantuan ini hingga ke tingkat pusat,” tegas Endri Mulyadi membakar semangat para guru.
Sikap tanggap, solutif, dan tanpa birokrasi berbelit dari Kabid Dikdas ini seketika menjadi angin segar sekaligus fajar harapan baru bagi masa depan pendidikan di pelosok Suliki.
(TIM)






