Sumbar24jam.com|Pessel — Olahraga pickleball terus menunjukkan perkembangan dan mulai mendapat perhatian di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.Upaya memperluas minat sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial kembali diwujudkan melalui Lisda Hendrajoni Pickleball Cup 2026.
Turnamen yang digelar Pickleball Federation Indonesia (IPF) Pengkab Pesisir Selatan tersebut dijadwalkan berlangsung di GOR Zaini Zain, Painan, pada 29-30 Agustus 2026.
Kompetisi ini tidak hanya menawarkan persaingan memperebutkan gelar juara dan hadiah, tetapi juga diharapkan menjadi ruang bagi para pemain untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan, sekaligus memperluas jejaring dan silaturahmi antarpemain pickleball.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp15 juta, ditambah medali bagi para juara.Sejumlah kategori pertandingan juga disiapkan untuk mengakomodasi pemain dengan tingkat kemampuan yang berbeda.
Untuk kategori beginner, pertandingan mempertandingkan nomor ganda putra dan ganda putri.Sementara kategori intermediate mempertandingkan ganda putra dan ganda campuran.
Selain itu, panitia juga menyediakan kategori khusus PGRI yang mempertandingkan ganda putra dan ganda putri.Kategori tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya memperluas partisipasi sekaligus memperkenalkan pickleball kepada kalangan pendidik.
Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Lisda Hendrajoni, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pickleball secara lebih luas kepada masyarakat Pesisir Selatan.
“Melalui Lisda Hendrajoni Pickleball Cup ini, kita ingin pickleball semakin dikenal dan berkembang di Pesisir Selatan.Yang paling penting bukan hanya soal menang atau mendapatkan hadiah, tetapi bagaimana masyarakat memiliki ruang untuk berolahraga, berkompetisi dan mengembangkan potensi,” ujar Lisda.
Menurutnya, perkembangan olahraga membutuhkan ruang kompetisi yang berkelanjutan. Karena itu, kegiatan seperti turnamen pickleball dinilai penting untuk membangun pengalaman bertanding sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan pemain.
“Semoga dari kompetisi ini muncul pemain-pemain yang semakin baik dan ke depan mampu membawa nama Pesisir Selatan pada berbagai kejuaraan. Saya juga berharap kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun semangat hidup sehat di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua Pickleball Pengkab Pesisir Selatan, Zeno Triyuzi Maulana, menyambut baik pelaksanaan turnamen tersebut.Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin besar pula kesempatan bagi pemain lokal untuk mengukur kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding.
“Turnamen seperti ini sangat penting untuk perkembangan pickleball di Pesisir Selatan. Pemain tidak cukup hanya berlatih, tetapi juga membutuhkan pertandingan agar mereka terbiasa menghadapi tekanan, memahami strategi dan mengetahui sejauh mana kemampuan yang sudah dimiliki,” ujar Zeno.
Ia berharap kehadiran turnamen tersebut dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk mengenal dan mencoba olahraga pickleball.
“Target kita tentu bukan hanya ramai saat turnamen. Kita ingin setelah kegiatan ini semakin banyak masyarakat yang tertarik bermain pickleball dan kemudian muncul pembinaan yang lebih terarah, terutama untuk pemain-pemain muda yang memiliki potensi,” katanya.
Zeno juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dengan tetap mengedepankan sportivitas dan menjaga suasana pertandingan yang sehat.
Sementara itu, Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Lisda Hendrajoni Pickleball Cup 2026. Menurutnya, munculnya berbagai cabang olahraga dan semakin aktifnya kegiatan kompetisi menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan olahraga di daerah.
“Setiap cabang olahraga membutuhkan kompetisi untuk berkembang. Karena itu, kami mengapresiasi adanya turnamen pickleball ini. Selain menjadi ajang pertandingan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk melihat potensi atlet yang nantinya dapat dibina secara lebih serius,” ujar M. Adli.
Ia menilai perkembangan pickleball di Pesisir Selatan perlu terus didukung melalui pembinaan yang konsisten, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, serta semakin banyaknya event yang memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain.
“Kita berharap pickleball semakin berkembang dan memiliki basis atlet yang kuat di Pesisir Selatan. KONI tentu mendorong agar setiap cabang olahraga terus melakukan pembinaan dan memberikan ruang kepada atlet untuk berprestasi,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, panitia juga menerapkan sejumlah ketentuan untuk menjaga keseimbangan persaingan. Pemain laki-laki yang sebelumnya pernah meraih juara I, II atau III pada kategori beginner di turnamen sebelumnya diarahkan untuk mengikuti kategori intermediate.
Pemain yang pernah meraih prestasi juara I, II atau III pada event sebelumnya maupun kompetisi tingkat nasional juga tidak diperbolehkan mengikuti kategori beginner.
Khusus kategori PGRI, peserta diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan panitia, termasuk memiliki NUPTK. Pasangan yang bertanding juga harus berasal dari kabupaten atau kota yang sama.
Ketentuan tersebut diterapkan agar kompetisi berlangsung lebih adil sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain pemula untuk berkembang tanpa harus langsung berhadapan dengan pemain yang sudah memiliki pengalaman dan prestasi lebih tinggi.
Dengan total hadiah Rp15 juta, sejumlah kategori pertandingan, serta keterlibatan berbagai kalangan, Lisda Hendrajoni Pickleball Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah turnamen, tetapi menjadi bagian dari proses membangun ekosistem olahraga pickleball di Pesisir Selatan.
Lisda juga mengajak masyarakat untuk ikut menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para peserta yang akan bertanding.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, nikmati setiap pertandingan dan berikan kemampuan terbaik. Semoga turnamen ini menjadi awal dari semakin berkembangnya olahraga pickleball di Pesisir Selatan dan lahirnya atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah,” tutup Lisda.(*)












