LANGKAH UJANG PM MENUJU PILWANA TUIK IV KOTO MUDIEK SEMAKIN MANTAP, PENGALAMAN DAN JARINGAN LUAS JADI MODAL PENGABDIAN

Sumbar24jam.com|Pessel-Gelaran Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2026 semakin mendekati tahapan pelaksanaannya.Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebelumnya menyampaikan bahwa Pilwana 2026 direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 dan akan diikuti sebanyak 93 nagari.

Di tengah semakin dekatnya pesta demokrasi tingkat nagari tersebut, salah satu nama yang mulai terlihat serius mempersiapkan diri adalah Kapten CPM Purn. Afrizal Marzein, atau yang akrab disapa Ujang PM, yang menyatakan kesiapan untuk maju sebagai bakal calon Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiak,Kecamatan Batang Kapas.

Keseriusan tersebut mulai terlihat dari pemasangan sejumlah spanduk di beberapa titik strategis.Dalam spanduk tersebut, Ujang PM menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai Bakal Calon Wali Nagari Tuik IV Koto Mudiak.

Pesan yang diusung juga cukup jelas, yakni membangun Nagari Tuik IV Koto dengan semangat kebersamaan, gotong royong, serta mengedepankan nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Ujang PM bukan sosok yang asing bagi masyarakat setempat.Sebagai seorang purnawirawan TNI, perjalanan pengabdiannya telah membentuk pengalaman dalam hal kedisiplinan, kepemimpinan dan tanggung jawab.

Menjelang akhir masa pengabdiannya di institusi TNI, Afrizal Marzein dipercaya menjalankan tugas sebagai Komandan Subdenpom Painan. Posisi tersebut membuat dirinya cukup lama berada dan beraktivitas di wilayah Painan serta berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dibawanya ketika mulai menyatakan keseriusan untuk ikut dalam kontestasi Pilwana Nagari Tuik IV Koto Mudiak.

Selain pengalaman dalam dunia pengabdian dan kemasyarakatan, Ujang PM juga dinilai memiliki jaringan pergaulan yang cukup luas, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga ke tingkat pusat.

Jaringan tersebut tidak hanya terbentuk selama dirinya menjalankan tugas sebagai prajurit TNI, tetapi juga melalui hubungan silaturahmi dan komunikasi yang terus terbangun dengan berbagai kalangan.

Bagi sebuah nagari, jaringan yang luas tentu dapat menjadi salah satu modal sosial yang penting.Jika nantinya mendapat amanah masyarakat,kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat berpotensi membuka lebih banyak ruang bagi sinergi, koordinasi, akses program pembangunan dan peluang pengembangan Nagari Tuik IV Koto Mudiak.

Dengan kata lain, kepemimpinan di tingkat nagari tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola pemerintahan di dalam nagari, tetapi juga kemampuan menjalin komunikasi dan membangun jejaring dengan pihak di luar nagari.

Hal inilah yang menjadi salah satu nilai tambah yang melekat pada sosok Ujang PM, yakni pengalaman pengabdian sekaligus jaringan yang cukup luas dan dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat apabila nantinya mendapat kepercayaan memimpin nagari.

Jauh sebelum menyatakan diri maju sebagai bakal calon wali nagari, Ujang PM juga telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di kampung halaman.

Di bidang keagamaan, Ujang PM diketahui pernah dipercaya selama beberapa periode sebagai Ketua Masjid Baiturrahman di kampungnya.

Dalam masa kepengurusan tersebut, ia turut terlibat dalam berbagai kegiatan dan upaya pengembangan masjid.Kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadanya selama beberapa periode menjadi bagian dari perjalanan sosialnya di tengah masyarakat.

Selain itu, Ujang PM juga juga dipercaya sebagai Ketua Pemuda-Pemudi di kampungnya selama beberapa periode.

Dari pengalaman tersebut terlihat bahwa aktivitas Ujang PM di tengah masyarakat bukan sesuatu yang baru muncul menjelang Pilwana. Ia telah cukup lama terlibat dalam kegiatan keagamaan, kepemudaan dan kemasyarakatan.

Menjelang Pilwana 2026, komunikasi dengan masyarakat juga terus dilakukan. Ujang PM aktif bersilaturahmi dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Baginya, membangun nagari membutuhkan kebersamaan seluruh unsur masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi proses demokrasi di tingkat nagari.

Spanduk yang kini mulai terlihat di sejumlah lokasi strategis menjadi salah satu tanda bahwa langkah Ujang PM untuk maju dalam Pilwana Tuik IV Koto Mudiak semakin serius.

Ujang PM selalu menanamkan semangat “Bersama Membangun Nagari Tuik IV Koto”, dengan cita-cita menghadirkan nagari yang lebih maju, mandiri dan bermartabat.

Pengalaman sebagai prajurit TNI, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, aktivitas kepemudaan, kedekatan dengan masyarakat serta jaringan yang terbentang dari tingkat kabupaten hingga pusat menjadi bagian dari perjalanan yang kini dibawanya menuju arena Pilwana.

Bagi masyarakat Tuik IV Koto Mudiak, sosok Ujang PM kini menjadi salah satu figur yang menarik untuk diperhatikan dalam dinamika Pilwana 2026.

Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai setiap figur berdasarkan rekam jejak, pengalaman, visi, kemampuan membangun komunikasi serta komitmennya terhadap kemajuan nagari.

Yang terpenting, pesta demokrasi di tingkat nagari diharapkan dapat berlangsung secara aman, damai dan badunsanak, dengan tetap menjaga persatuan masyarakat Nagari Tuik IV Koto Mudiak meskipun nantinya terdapat perbedaan pilihan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed