Payakumbuh, Sumbar24jam.com — Nama Kota Payakumbuh kembali mengguncang panggung sepak bola usia dini nasional. Mengusung nama besar Sumatera Barat, skuad muda Victory Football School (FS) Payakumbuh sukses mentasbihkan diri sebagai kampiun Top Skor Indonesia (TSI) kategori U-12 setelah melibas Indonesia Muda FC asal Purwokerto, Jawa Tengah, dengan skor mencolok 3-0 di partai puncak.
Pertempuran sengit babak final tersebut tersaji di Lapangan ASIOP, Sentul, Bogor, pada Sabtu (8/8/2026). Sejak peluit pertama dibunyikan, anak-anak asuh Victory FS langsung memperagakan permainan agresif dan dominan. Kedisiplinan tinggi di setiap lini membuat Indonesia Muda FC mati kutu dan gagal mengembangkan permainan terbaik mereka.
Sebaliknya, efektivitas serangan Victory FS berbuah manis lewat gelontoran tiga gol tanpa balas yang sekaligus mengunci trofi juara.
Turnamen bergengsi TSI U-12 edisi kali ini diikuti oleh 16 klub terbaik dari berbagai penjuru tanah air.
Keberhasilan tim berjuluk The Yellow Submarine dari Payakumbuh ini menembus final dan menjadi juara menjadi bukti sahih bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Ranah Minang tidak boleh dipandang sebelah mata dan sangat siap bersaing di level nasional.
Prestasi gemilang ini tentu menjadi oase kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Payakumbuh. Jauh sebelum bertolak ke Bogor, restu dan dukungan penuh telah mengalir dari Pemerintah Kota Payakumbuh.
Saat melepas keberangkatan tim, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, sempat menitipkan pesan mendalam agar para pemain mengerahkan kemampuan terbaiknya demi menjaga marwah nama baik daerah.
Pesan sarat motivasi tersebut dijawab tuntas di atas lapangan. Victory FS pulang tidak hanya dengan memboyong trofi pelengkap lemari pajangan, tetapi juga dengan kehormatan besar bagi Sumatera Barat di kancah sepak bola nasional.
Di balik kokohnya taktik permainan anak-anak U-12 ini, ada tangan dingin sang pelatih, Zulka Hendra. Mengarsiteki tim di sela-sela aktivitasnya sebagai pelaku usaha Martabak Mesir legendaris (putra H. Wan) di Payakumbuh, Zulka sukses meramu bakat-bakat mentah ini menjadi unit tempur yang solid, tangguh, dan bermental juara.
Kemenangan telak 3-0 di Bogor ini menjadi sinyal positif sekaligus parameter baru bagi masa depan pembinaan sepak bola di Payakumbuh. Talenta muda lokal telah membuktikan, lewat komitmen pembinaan yang terstruktur dan jam terbang kompetisi yang mumpuni, mereka mampu merajai podium tertinggi. Bogor telah ditaklukkan, Sumatera Barat juara, dan Payakumbuh punya alasan kuat untuk berpesta.









