Sumbar24jam.com|Pessel-Muara Konservasi Penyu Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Merupakan salah satu tempat wisatawan yang dilirik bermacam negara Dan internasional.Rawanya mempunyai banyak lokan dan langkitang.
Khususnya masyarakat Amping parak sutera ini banyak mengisi hari liburnya mencari lokan dan langkitang hitam. Ke permukiman di sepanjang aliran sungai Konservasi Penyu Amping Parak ini.
Semua aktivitas yang dilakukan sangat bermanfaat.Bahkan masyarakat setempat yang tidak seandainya tidak bisa dilalui darat biasa melalui sungai. Mesti harus memakai alat transportasi sampan kecil dengan melalui sungai tersebut.
Selain dari pada itu Muara Konservasi Penyu ini menyimpan berbagai jenis ikan didalamnya termasuk Lokan. Lokan penghuni Muara Mangrove memiliki ciri bentu lokan pada umunya dengan warna kehitaman.
Kita dengan mudah mendapatkan lokan ini dalam keadaan musim kemarau karena sungai yang memiliki kedalam kurang lebih 2-3 meter tidak dapat mendapatkan lokan dalam keadaan sedang banjir.
Keterangan ibu Eli dan Imar ini.Setiap hari mampu mengumpulkan lokan sebanyak 4-5 ember.Pekisaran 400 dan 500 biji.Warga yang mencari lokan biasanya kelompok ibu-ibu yang terdiri dari 4-5 orang.Terang buk Eli dan Imar Warga Amping Parak itu.
Mereka saat ini menggunakan perang atau arit serta ember menuju titik pencarian lokan. Lokan tersebut dengan cara di garis garis pakai parang di sela sela pohon Mangrove, kadang jika air sungai dalam cukup mencari dengan menggunakan kaki. Saat terasa ganjalan lokan baru mereka menyelam.
Meski terlihat gampang, mencari lokan bukanlah perkara gampang sebab saat menyelam kadang menimbulkan rasa sakit di telinga akibat tekanan air.
Lokan yang didapat selain untuk dikonsumsi di rumah sebagian lagi dijual. “Satu ember menengah akan dijual seharga Rp25 dan 35 ribu, di sini banyak juga yang membeli namun tidak setiap hari, dalam sehari bisa menghasilkan Rp25 ribu-Rp50 ribu.(*)












