Pasaman Barat,Sumbar24jam.com – Putra asli Ujung Gading, Adisman, S.H., resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Wali Nagari Kuamang Alai Ujung Gading pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Tahun 2026, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini diambil dengan komitmen kuat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan nagari yang maju, transparan, dan partisipatif.
Saat mendatangi sekretariat pendaftaran, Adisman didampingi langsung oleh sejumlah tokoh masyarakat, ketua pemuda, imam, serta para rang tuo ninik mamak.
Kehadiran para pemuka masyarakat ini menjadi representasi dukungan moral sekaligus simbol kebersamaan dalam mengawal proses demokrasi di tingkat nagari. Suasana pendaftaran pun berlangsung tertib dan penuh rasa kekeluargaan.
Adisman, yang lahir pada 11 November 1976, bukanlah sosok baru dalam dunia pelayanan publik di wilayah tersebut. Sejak tahun 2014 hingga saat ini, ia mengemban amanah sebagai Kepala Jorong Lubuk Alai.
Pengalaman lebih dari satu dekade memimpin jorong dinilai menjadi modal krusial baginya dalam memahami urat nadi persoalan masyarakat, mulai dari sektor pelayanan administrasi, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Keinginan saya maju bukan semata-mata untuk mengejar jabatan pemimpin, melainkan untuk memperluas dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Kemajuan Nagari Kuamang Alai hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, keterbukaan, serta pelayanan yang prima kepada seluruh warga tanpa tebang pilih,” tegas Adisman usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Di bidang akademis, alumnus SDN 07 Lembah Melintang Bululaga, MTsN Ujung Gading, dan SMA Negeri 1 Lembah Melintang ini memegang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari STAI-UBK Ujung Gading. Selain di birokrasi jorong, rekam jejak kepemimpinannya juga teruji di berbagai organisasi.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Lubuk Alai, Sekretaris Kelompok Tani, Anggota Komite SDN 23 Lembah Melintang, serta Pembina TK Al-Hidayah Bululaga.
Maju dalam kontestasi Pilwana 2026, Adisman menegaskan visi utamanya untuk menghadirkan pemerintahan nagari yang terbuka dan responsif. Ia percaya bahwa pembangunan nagari yang ideal harus mengintegrasikan peran seluruh unsur tungku tigo sajarangan, yakni ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai, bersama pemuda serta bundo kanduang.
Pilwana Tahun 2026 ini menjadi momentum strategis bagi masyarakat Kuamang Alai Ujung Gading untuk menentukan arah pembangunan masa depan. Dengan modal rekam jejak yang bersih, latar belakang hukum yang kuat, serta kedekatan emosional dengan warga, Adisman berharap dapat mengamankan mandat untuk membawa nagari menuju kesejahteraan bersama.












