Sumbar24jam.com|Pessel – Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VII Pesisir Selatan, Sumatera Barat Muslim Arif, M.Pd., bersama Kepala SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia, M.Pd., Ketua Komite Dr. Busral, jajaran anggota komite, serta Humas Komite Sekolah menggelar kegiatan silaturahmi dan coffee morning bersama awak media online dan cetak di Painan, baru-baru Jum’at 19 Juni 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah, komite, dan insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam penyebarluasan informasi pendidikan kepada masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta berdiskusi mengenai perkembangan pendidikan di SMA Negeri 3 Painan, berbagai prestasi yang telah diraih siswa, serta sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait sekolah tersebut.
Kacabdin Wilayah VII Pesisir Selatan, Muslim Arif, M.Pd., mengatakan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara lembaga pendidikan dan media perlu terus dijaga agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pada kesempatan itu, Muslim Arif juga memaparkan sejarah singkat berdirinya SMA Negeri 3 Painan yang kini menjadi salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan
.
Ia menjelaskan bahwa gagasan awal pendirian sekolah tersebut dicetuskan oleh almarhum H. Nasrul Abit yang saat itu memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
“SMA Negeri 3 Painan resmi berdiri pada tahun 2011. Saya sendiri merupakan salah seorang guru pertama yang mengajar di sekolah ini, sementara kepala sekolah pertamanya adalah Salim Muhaimin, M.Pd.,” ujar Muslim Arif.
Ia menambahkan, sejak awal berdirinya, SMA Negeri 3 Painan banyak diperkuat oleh tenaga pendidik muda asal Pesisir Selatan yang memiliki kemampuan, talenta, dan semangat tinggi untuk memajukan dunia pendidikan.
Menurut Muslim, dedikasi para guru tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan SMA Negeri 3 Painan hingga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Muslim Arif juga menanggapi informasi yang beredar terkait dugaan adanya pungutan di SMA Negeri 3 Painan.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Menurutnya, dana yang diberikan oleh orang tua siswa merupakan sumbangan yang telah disepakati bersama dan digunakan untuk menunjang kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah. Hal itu diatur Kemendikbud No 75 Tahun 2016.
Muslim menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan antara lain untuk pengadaan lemari, kasur, pakaian, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya bagi siswa.
“Tujuannya agar seluruh siswa mendapatkan fasilitas yang sama tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarga, sehingga tidak ada kesenjangan antara siswa dari keluarga mampu dan kurang mampu,” jelasnya.
Selain itu, sebagian dana juga digunakan untuk mendukung kegiatan pembinaan siswa, termasuk operasional guru pembina dan pembimbing kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dapat dibiayai melalui Dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia, M.Pd., turut memberikan penjelasan terkait isu yang menyebutkan bahwa dana sumbangan orang tua siswa masuk ke rekening pribadinya.
Rini menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan tuduhan yang tidak berdasar.
“Dana sumbangan dari orang tua siswa tidak pernah masuk ke rekening pribadi kepala sekolah. Seluruh dana tersebut dikelola melalui rekening Komite SMA Negeri 3 Painan yang berada di Bank Nagari dan BRI,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem pengelolaan dana dilakukan secara terbuka dan melibatkan komite sekolah sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama oleh orang tua dan pihak sekolah.
Rini juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 3 Painan menerapkan pola pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan bakat siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Menurutnya, selama 24 jam siswa berada dalam lingkungan pendidikan yang terarah, sehingga berbagai kebutuhan pembinaan harus dipersiapkan secara optimal demi mendukung proses belajar dan pengembangan potensi peserta didik.
Ia menambahkan bahwa berbagai program pembinaan tersebut telah menghasilkan banyak prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Pesisir Selatan, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
Selanjutnya setiap siswa yang tamat di SMAN 3 Painan harus Hafal minimal 6 Juz, tahun 2026 ini ada anak yang hafal 16 Juz, guna bekal bagi mereka dimasa depannya, yang akan dia bawa mati nantinya. Dan Gurunya juga didatangkan dari luar, ilmu yang dipelajari bacaan dan tajwid bagi anak.
Terkait sumbangan sebesar Rp1,5 juta per bulan yang sempat menjadi sorotan, Rini menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa selama satu bulan, termasuk penyediaan makan tiga kali sehari.
Di kesempatan yang sama, Ketua Komite SMA Negeri 3 Painan, Dr. Busral, menegaskan bahwa setiap dana yang dikelola komite selalu dipertanggungjawabkan kepada orang tua siswa secara transparan.
Menurutnya, laporan penggunaan dana disampaikan secara berkala, baik pada awal maupun akhir tahun ajaran, sehingga seluruh orang tua dapat mengetahui alokasi dan realisasi penggunaannya.
“Setiap keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan dana maupun program sekolah selalu dibahas melalui musyawarah bersama. Komite berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas demi mendukung kemajuan pendidikan di SMA Negeri 3 Painan,” pungkas Dr. Busral.
Melalui kegiatan silaturahmi dan coffee morning tersebut, pihak Kacabdin, sekolah, komite, dan awak media berharap terjalin komunikasi yang semakin baik sehingga berbagai informasi terkait dunia pendidikan dapat tersampaikan secara objektif, akurat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(***)
![]()
