Sumbar24jam.com|Pessel – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) Terus mendorong pembangunan dan pengembangan keanekaragaman pembangunan (Kehati) di daerah-daerah yang ada di Indonesia.
“Untuk saat ini Yayasan keanekaragaman Kehati mendorong pengembangan pembangunan Rumah sakit penyu ,” kata ketua laskar konservasi penyu Haridman,Sabtu 16/5/2026
Yayasan keanekaragaman(Kehati) adalah kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi. Taman Kehati menjadi penting karena dapat menjadi aset daerah yang berisi koleksi tanaman-tanaman yang hidup di daerah tersebut termasuk tanaman lokal, endemik dan langka.
Pengembangan pembangunan Klinik Rumah sakit penyu ini hanya satu di Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pesisir Selatan Nagari Amping Parak Kecamatan Sutera.
Dalam hal demikian ketua konservasi penyu Haridman mengatakan,”Banyak masyarakat di Pesisir pantai di kabupaten Pesisir Selatan ini.Yang selalu mengadu ke Konservasi penyu Amping Parak terkaitnya masalah penyu yang terdampar dipantai juga terjaring dengan pukat tidak bisa berenang lagi.jelasnya
“Nah dengan Hal demikian bisa ditanggapi dan ditangani segera untuk sekarang ini.dengan adanya berdiri rumah sakit penyu ini dengan peralatan yang memadai,”ucap Haridman
Untuk pengembangan pembangunan dari Kehati, memang diperlukan komitmen pemerintah daerah dan lahan milik pemerintah daerah minimum 30 hektar.
Lahan itu kemudian bisa ditanami tanaman-tanaman yang menjadi ciri khas atau tanaman lokal di daerah itu sehingga menjadi upaya menjaga keanekaragaman hayati.
Dalam pengembangan pembangunan Yayasan Kehati juga akan membantu dan memfasilitasi pemerintah daerah terkait rancang bangun,Pembangunan pelatihan pengelolaan dan pengembangan konservasi, bahkan hingga membantu mencari dana untuk pembangunan yang lainnya.
Haridman menuturkan sebelum mendesain taman Kehati, maka pihaknya akan menilai dan mensurvei terlebih dahulu lokasi yang disediakan pemerintah daerah untuk menjadi taman Kehati, mendata potensi tanaman lokal termasuk tanaman mangrove dan pohon buah-buahan, kemudian merancang desain tanaman.
Taman Kehati bukan hanya suatu taman untuk koleksi dan pelestarian keanekaragaman hayati, tapi juga dapat berfungsi sebagai taman wisata dan taman edukasi. Masyarakat dapat datang berkunjung dan jalan-jalan ke taman itu dengan nyaman.
Di Konservasi,Orang bisa mengakses dan tahu tanaman lokal, endemik, khas daerah dan langka, sehingga mereka tidak harus pergi ke hutan.(***)
![]()
