Limapuluh Kota, Sumbar24jam.com – Pengawasan pemerintah terhadap program bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Limapuluh Kota jadi sorotan. Pasalnya, banyak warga yang rumahnya tidak layak huni malah tidak tersentuh program tersebut.
Seperti yang dialami oleh Ade Hendra umur (46 ) tahun dan memiliki seorang istri bernama Tanti Espida umur (39) Tahun. Selama ia menikah keduanya dikaruniai anak sebanyak Lima orang. Ade Hendra kesehariannya bekerja sebagai Buruh tani di kebun orang ( mangampo Gambir).
Tim media bersama aktivis kemanusian Luak50 langsung merespon informasi pengaduan masyarakat serempat, didapat keterangan keluarga rentan ekonomi ini hanya bisa pasrah menjalani kehidupannya di sebuah rumah lusuh dengan papan berukuran 4X5 meter.

Lebih lanjut tim awak media bersama relawan kemanusian diketahui rumah keluarga miskin ini hanya berlantai tanah dengan penghuni tujuh orang ini terletak dijorong Galuguah,Nagari Galuguah Kecamatan Kapur sembilan Kabupaten Limapuluh Kota,Sumatera Barat.
Dari pantauan di lokasi, rumah papan yang hanya berlantai tanah itu menjadi saksi kehidupan keluarga miskin ini selama 10 tahun lebih.
Menurut Ade sudah puluhan tahun ia dan keluarganya menempati rumah yang berukuran 4×5 meter itu, dan belum pernah ada bantuan dari Pemerintah menyentuh rumah keluarganya.
” Kami hanya di iming imingkan bantuan Bedah rumah pak, malah dari dinas Lingkungan Hidup pernah berjanji, namun tak pernah kembali lagi pak, ujarnya keawak media.
Tanti Espida penduduk asli Nagari Galuguah Kabupaten 50 Kota. Puluhan tahun ia hidup di rumah yang jauh dari kondisi layak, hanya semangat dan harapan yang bisa membuatnya bertahan,” Jawabnya dengan berlinang air mata.
“Setiap tahun saya di data oleh Pemerintah katanya untuk pengajuan bantuan Bedah Rumah dan Rehap rumah,tapi semua itu hanya iming-iming saja, nyatanya bantuan dari pemerintah tak pernah kami dapatkan,” katanya.
“Kami berharap ada perhatian khusus pemerintah terhadap keluarga kami, dua anak belita kami mengalami stunting atau gizi buruk saat ini, walau dari pihak puskesmas sudah datang meninjau ke rumah kami, ungkapnya.
Selain itu Ade juga merasa dipermainkan oleh pihak pemerintah, karena sebelumnya rumahnya pernah di kunjungi oleh Dinas Lingkungan hidup serta tak sedikit calon kandidat menginjakan kakinya di rumah kami serta berjanji akan membangun rumah kami yang lebih layak,” Tegasnya keawak media.

“Dan saya diminta melengkapi data kependudukan yang dinilai masih kurang lengkap guna pengajuan program sosial bedah rumah atau rehap lainnya, namun setelah data-data kependudukan dirinya lengkap dan sudah di ajukan ke pihak nagari, bantuan tak kunjung ada.
“Semenjak viral di media dulu, rumah kami pernah di kunjungi Pak Dewan, dan kami diminta melengkapi data kependudukan, dan kami pun langsung mengurus ke kelurahan dan sudah lengkap semua, namun kenyataannya bantuan dak ada juga turun,” pungkasnya.
Dipenutup beliau berharap kepada bupati limapuluh Kota Safni Sikumbang bisa membantu keluarga kami serta kehidupan keluarga kami ini jauh dari layak, apalagi saat ini anak pertama kami harus putus sekolah karena terhimpit ekonomi saat ini, jawabnya.
(Arul)
![]()
