Limapuluh Kota,Sumbar24jam.com – Setiap 13 April merupakan momentum berharga bagi Kabupaten Limapuluh Kota. Ditanggal itu, merupakan lahirnya daerah dengan 79 nagari, 13 kecamatan yang dihuni lebih 400ribu jiwa.
Setiap tahun, perayaan ulang tahun Kabupaten Limapuluh Kota itu disambut meriah. Selain digelarnya seremonial berupa paripurna istimewa hari jadi di gedung DPRD setempat, juga dihelatkan dengan pekan budaya selama 7 hari 7 malam.
Tetapi, semakin kesini, momentum berharga bagi daerah itu semakin tak berdengung dan kurang bergairah. Itu disebabkan minimnya tanda-tanda daerah yang akan berulang tahun dan tidak adanya pergelaran pekan budaya seperti biasanya.
Selain itu, kondisi gedung DPRD tempat seremonial perayaan hari ulang tahun Kabupaten Limapuluh Kota, kondisinya juga memalukan. Tamu tamu penting, undangan VIP pun sering melongo melihat ke langit langit gedung yang lobang dan bocor-bocor.
Begitupun dengan dinding-dinding gedung yang dibangun semasa Bupati Amri Darwis itu sudah lusuh dan tampak komuh.
Belum sampai disana, ramainya tamu yang hadir saat perayaan tersebut membuat gedung wakil rakyat itu jadi sumpek dan sempit.
Tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota salah satu tokoh masyarakat turut prihatin dengan kondisi gedung DPRD tersebut.engan di sebut nama nya
turut malu apalagi dirinya pernah berkantor di gedung DPRD tersebut selama 15 tahun
“Gedung DPRD saja tidak terawat bagaimana akan mengurus rakyat. Malu kita dengan kondisi ini. Apalagi 2029-2034 mendatang, anggota dewan pun berkemungkinan bertambah jadi 40 orang. Mau tidak mau gedung dewan harus direhab total,” katanya.
Sementara itu, saya sebagai Ketua LSM LKA Elang Kabupaten Limapuluh Kota Arif Fitri Arman menilai, sudah selayaknya gedung DPRD untuk diperbaiki.
“Kalau seperti ini gedung dewan, malu kita sebagai warga Kabupaten Limapuluh Kota karena itu adalah gedung bersama, gedung rakyat,” Tim Sumbar24jam melaporkan dari Lokasi.
![]()
