Sumbar24jam.com|Pessel – Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman, menegaskan pentingnya membangun tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas jika ingin kualitas pendidikan di daerah itu mengalami kemajuan.
Pesan tersebut disampaikan Evafauza kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan menyusul hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang masih menempatkan daerah itu di posisi bawah tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Evafauza, salah satu persoalan mendasar yang harus segera dihilangkan adalah kebiasaan memberikan setoran dalam lingkungan pendidikan. Ia menilai hal tersebut menjadi budaya yang merusak profesionalisme dunia pendidikan itu sendiri.
“Kalau ingin pendidikan maju, budaya setoran harus dihilangkan. Ini menjadi salah satu poin utama yang harus dibenahi di lingkungan pendidikan kita,” ujarnya kepada wartawan di Painan, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah kemajuan sekolah. Karena itu, para kepala sekolah dituntut memiliki kecerdasan, integritas, serta komitmen penuh terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Kepala sekolah harus cerdas dan berintegritas. Jangan sibuk dengan proyek. Fokuslah memacu kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing,” katanya.
Pernyataan tersebut menguatkan kritik yang sebelumnya disampaikan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat kegiatan Refleksi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026 serta Evaluasi Hasil TKA SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Painan Convention Center (PCC).
Dalam kesempatan itu, Hendrajoni mengungkapkan keprihatinannya terhadap capaian pendidikan Pesisir Selatan yang masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.
Data TKA Tahun 2026 menunjukkan sebanyak 8.600 siswa mengikuti ujian tersebut. Namun hasil yang diperoleh masih belum menggembirakan.
Pada jenjang SD, rata-rata nilai Matematika hanya mencapai 41,41 dan menempatkan Pesisir Selatan di peringkat ke-18 tingkat provinsi. Sementara nilai Bahasa Indonesia berada di angka 58,66 dan juga berada di posisi ke-18.
Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMP. Nilai rata-rata Matematika tercatat 40,05 dengan posisi peringkat ke-14 provinsi. Sedangkan Bahasa Indonesia memperoleh nilai rata-rata 58,12 dan berada di peringkat ke-17.
“Angka ini menjadi evaluasi kita bersama bahwa kita masih memiliki tugas yang sangat besar. Ini menunjukkan bahwa kita belum bekerja optimal,” ujar Hendrajoni.
Dalam arahannya, Hendrajoni juga menyinggung dugaan praktik-praktik yang menyimpang dalam pengelolaan sekolah. Ia mengaku menerima laporan mengenai adanya oknum kepala sekolah yang diduga lebih berorientasi pada keuntungan pribadi dibanding peningkatan mutu pendidikan.
“Saya mendapat laporan ada kepala sekolah yang cenderung melaksanakan ujian hanya untuk mendapatkan fee dari cetak soal, pengadaan buku untuk mengharapkan fee, serta pengadaan lainnya yang orientasinya hanya mendapatkan cashback,” katanya.
Menurut Hendrajoni, pola pikir tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat kemajuan pendidikan karena berbagai kegiatan sekolah tidak lagi berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran siswa.
“Cara-cara ini yang merusak tatanan pengelolaan sekolah karena tidak berorientasi pada mutu. Ini yang menjadikan kita terpuruk pada hasil Tes Kemampuan Akademik tahun 2026,” tambahnya.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Bupati meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan, memperkuat pengawasan, serta memastikan seluruh program pendidikan selaras dengan target pembangunan daerah.
Ia juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat maupun insan pendidikan yang mengetahui adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan.
“Kalau ada nanti kabid atau kepala sekolah yang mengolah-olah anggaran tidak jelas, laporkan kepada saya. Identitas pelapor akan saya rahasiakan. Kita akan evaluasi,” pungkasnya.
Sorotan keras dari Bupati dan penegasan Inspektorat Daerah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tengah mendorong pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pendidikan, dengan harapan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang.(***)
![]()
