Sumbar24jam.com|Pessel – Kapal nelayan berbobot di atas 30 Gross Tonage (GT) di Pelabuhan Perikanan TPI lengayang harus ditarik kapal tunda untuk keluar-masuk muara. Kapal jenis purseseine itu kandas di dasar sungai akibat pendangkalan muara yang makin parah.
“Dalam kondisi air laut pasang, maka penarikan kapal ikan itu hanya dilakukan dengan satu kapal tunda. Namun jika kapal mau masuk dalam kondisi air laut surut, maka kapal nelayan harus ditarik oleh dua kapal tunda,” kata bg boy

Padahal, kata mereka, sekali penarikan, biayanya mencapai Rp 400 ribu. Kalau ditarik dua kapal maka nelayan harus mengeluarkan dana sebesar lebih dari Rp 800 ribu.
“Yang merepotkan, dalam kondisi pelabuhan dangkal, kadang ada kapal bersandar di tepi pelabuhan. Dengan demikian, cukup menyulitkan kapal lain yang keluar dan masuk pelabuhan,”kata idon seorang nelayan asal pasar kembang.
Menurut nelayan, jika kondisi itu dibiarkan terus, kapal-kapal yang ada akan susah masuk muara TPI Lengayang tersebut. Dampaknya, jelas tempat pelelangan ikan (TPI) akan sepi dari kegiatan lelang ikan.
Untuk itu, para nelayan mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten agar selalu memperhatikan nelayan,dengan adanya pendangkalan di muara TPI lengayang sehingga kesulitan nelayan di muara maupun di tengah laut .
Bg Boy menambahkan, pendangkalan muara itu merugikan nelayan, karena harus menambah biaya penarikan kapal di saat masuk dan keluar. Dampak lain lelang di TPI sepi, sehingga kapal-kapal luar daerah tak mau bongkar ikan di pelabuhan kita. Untuk itu, pengerukan harus dilakukan secepat mungkin,Apalagi berapa bulan ini kapal nelayan yang hancur sudah puluhan buah.Kerugian sudah mencapai ratusan juta.
Nelayan berharap, terkait pendangkalan itu akan disampaikan ke pemkab agar kendala itu bisa segera di atasi.”Kami akan segera mengundang beberapa pimpinan OPD untuk membahas pendangkalan muara itu, sehingga diharapkan ada solusi mengatasi pendangkalan tersebut.” ucapnya.(***)
![]()
