Limapuluh Kota,Sumbar24jam.com – ” Ingatlah!Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi.”
Tan Malaka merupakan sosok yang dikenal memiliki sifat sosialis dan politis. Kiprah Tan Malaka di dunia politik bisa dikatakan sangat mengesankan, Hal tersebut ditopang dengan pemikiran Tan Malaka yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berbagai kendala ditemui Tan Malaka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa rintangan yang pernah dihadapi Tan Malaka, ialah penangkapan dan pembuangan di Kupang, pengusiran dari negara Indonesia, seringnya konflik dengan Partai Komunis Indonesia hingga pernah diduga kuat dituduh sebagai dalang di balik penculikan Sutan Sjahrir pada Juni 1946.
Tak hanya itu, pemikirannya juga sering dianggap berbahaya hingga membuatnya menjadi buronan. Demi mengamankan dirinya, Tan Malaka harus berpindah-pindah tempat tinggal, di dalam dan luar negeri.
Saat menjadi korban pencarian, Tan Malaka juga kerap mengubah namanya. Nama samaran yang sempat ia gunakan, adalah Ilyas Husein ketika di Indonesia, Alisio Rivera ketika di Filipina, Hasan Gozali ketika di Singapura, Ossorio di Shanghai, dan Ong Soong Lee di Hong Kong.
Tepat memperingati haul ke-77 Tan Malaka tahun 2026, acara haul diselenggarakan di dua lokasi bersejarah, yaitu Kediri dan Sumatera Barat, dengan fokus utama pada penutupan dan refleksi nilai-nilai perjuangan beliau.
Penutupan Haul Tan Malaka ke-77 tahun 2026 Puncak Acara di Pandam Gadang kecamatan Gunung Omeh Sumatera Barat. Penutupan rangkaian peringatan haul ke-77 dilaksanakan pada Minggu siang, 22 Februari 2026, di Rumah Gadang Tan Malaka, Jorong Pandam Gadang, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.
Acara Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Ibratama (Ibrahim Tan Malaka) yang diketuai oleh H. Ferizal Ridwan serta haul dihadiri langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota H. Safni, Wakil Bupati Ahlul, serta Ketua Yayasan Ibratama.
Dalam penutupan haul tersebut, Yayasan Ibratama mendorong kuat agar Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menetapkan Haul Tan Malaka sebagai agenda tahunan resmi daerah yang selallu digelar serta dilaksanakan,” ujarnya.
Haul ke-77 ini menekankan kembali “Api Perjuangan” dan semangat “Kemerdekaan 100 Persen” yang diwariskan oleh Bapak Republik, Ibrahim Dt. Tan Malaka. Acara haul Tan Malaka tak hanya digelar di Sumatra Barat namun peringatan haul juga telah dilaksanakan di pusara Tan Malaka di Desa Selopagung, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Penutupan resmi haul Tan Malaka ke-77 di Sumatera Barat dilakukan pada 22 Februari 2026 di Nagari Pandam Gadang, kampung halaman beliau serta puncak kegiatan dan penutupan Peringatan Haul Tan Malaka 2026 dengan Acara Doa, Buka bersama, “Bersyukur Berterima kasih dalam Berkah yang telah dilaksanakan Rabu 25 Februari 2026 sore di Gedung IPHI 50 Kota, di Tanjung Pati Jl. SMA 1 HARAU.
Doa serta syukuran dengan makna Ramadhan membawa Berkah serta meniatkan merdeka 100 persen buat Ibrahim Dt.Tan Malaka selallu digaungkan serta menjadikan tanah kelahiran beliau bisa dikenang sepanjang sejarah dan diperingati.

Deni Astra sebagai pengurus menegaskan dihadapan undangan yang hadir mengajak bersama sama saling bahu membahu dalam membangun kabupaten 50 kota, merdeka 100 persen dalam membangun daerah kabupaten kedepannya serta Berpikir positive mulai tingkat jorong walinagari serta setingkat kecamatan untuk membangun kedepannya.
Dipenutup ketua Yayasan Ibrahim Dt. Tan Malaka (Ibratama) H. ferizal Ridwan mengajak seluruh masyarakat Luak 50 mendukung serta mengakui pahlawan dari kabupaten 50 Kota sellalu diperingati sebagai tanda penghormatan kita terhadap pahlawan Nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana serta tokoh tokoh dan petinggi daerah yang hadir akan terlaksana kegiatan Haul ke 77 Tan Malaka ini mulai upacara penghormatan dan Tabur Bunga hingga proses akhir penutupan. Semoga apa yang kita cita citakan serta wujudkan bersama diberi kemudahan dari maha kuasa,” Ucapnya.
![]()
