Payakumbuh,Sumbar24jam.com – Menjelang penyelesaian pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir Batang Agam Tahap II, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi atas kinerja PT Bina Cipta Utama selaku pelaksana proyek.
“Rekanan telah bekerja secara maksimal. Hasil pekerjaan yang dicapai cukup memuaskan,” ujar Zulmaeta saat meninjau lokasi proyek pada Kamis, 26 Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Novri Wandi, Kepala BPBD Kota Payakumbuh Erison, serta Diva Persada.
Zulmaeta menegaskan bahwa pembangunan pengendalian banjir Batang Agam tidak berhenti pada tahap ini dan akan dilanjutkan pada Tahap III tahun 2026.
“Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp96 miliar untuk pembangunan tahap selanjutnya pada tahun 2026,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa total panjang normalisasi Sungai Batang Agam di wilayah Kota Payakumbuh mencapai 11 kilometer. Hingga saat ini, pekerjaan yang telah terealisasi baru sepanjang 1,2 kilometer.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulmaeta menanggapi pertanyaan terkait akan berakhirnya masa pekerjaan PT Bina Cipta Utama pada proyek Tahap II. Proyek ini mencakup normalisasi sungai sepanjang 1,2 kilometer, perkuatan tebing sungai, serta pembangunan jalan inspeksi sepanjang 1,2 kilometer, dengan nilai kontrak addendum sebesar Rp42,8 miliar.
Pelaksana pekerjaan dari PT Bina Cipta Utama, Eddy Mursal, menyampaikan bahwa proyek tersebut dijadwalkan untuk serah terima pada pertengahan Februari 2026, sesuai kontrak kerja HK.02.01-Bws5,8.1/2025 yang ditandatangani pada 14 April 2025.
“Pekerjaan yang kami laksanakan saat ini sudah memasuki tahap akhir, termasuk pengaspalan jalan inspeksi sepanjang 1,2 kilometer,” ujar Eddy Mursal di sela-sela peninjauan lapangan.
Ia menjelaskan bahwa pengaspalan dilakukan secara bertahap dengan beberapa lapisan, antara lain Hot Rolled Sheet/Road Wearing Thin (HRS/BACE) dan Asphalt Rubber Sheet/Wearing Course (ARS/WC), setelah sebelumnya dilakukan pelapisan Road Wearing Thin (RWT).
Pada kesempatan yang sama, Eddy Mursal mengakui bahwa dalam pelaksanaan proyek terdapat keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Namun demikian, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh atas komitmen kontraktual.
“Kami tidak menampik adanya keterlambatan dan konsekuensi berupa penalti. Namun kami memastikan seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan kontrak,” tegasnya.
Pembangunan Pengendalian Banjir Batang Agam diharapkan menjadi infrastruktur strategis dalam upaya pengendalian risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat Kota Payakumbuh secara berkelanjutan.
![]()
