Payakumbuh – Limbanang masuk rencana resmi reaktivasi kereta api Sumbar
Kayutanam,Sumbar24jam.com – Komitmen Pemerintah Pusat bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menghidupkan kembali kejayaan moda transportasi massal berbasis rel di Sumatera Barat (Sumbar) resmi memasuki babak baru. Agenda strategis ini ditandai dengan pencanangan reaktivasi sejumlah jalur nonaktif di Sumbar yang dipusatkan di Stasiun Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (27/10/2026).
Prosesi peresmian rencana reaktivasi tersebut ditandai dengan pemencetan sirene secara bersama-sama oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, serta Kepala BP BUMN sekaligus CEO Danantara Dony Oskaria.
Agenda bersejarah ini turut disaksikan oleh jajaran Direksi Perkeretaapian Kemenhub, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dalam keterangannya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga, merawat, dan melestarikan keberadaan jalur serta infrastruktur kereta api di Sumatera Barat.
Pihaknya menilai jaringan rel yang membentang di ranah Minang bukan sekadar jalur transportasi, melainkan aset nasional dengan nilai historis luar biasa.
“Rel kereta api yang ada di Sumatera Barat ini adalah rel kereta api pertambangan tertua di Asia yang dibangun sejak tahun 1890. Salah satu buktinya adalah Stasiun Kayutanam ini, yang telah berdiri dan beroperasi sejak tahun 1891,” ujar Bobby.
Selain kaya akan nilai sejarah (heritage), Bobby menekankan bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik masa depan yang efisien, andal, dan memiliki keunggulan utama dari aspek keselamatan. Oleh sebab itu, pelestarian dan optimalisasi kembali jalur KA ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung konektivitas regional serta sektor pariwisata berbasis warisan budaya (heritage tourism) di masa mendatang.
Konstruksi tahap pertama dimulai pada tahun 2027, proyek besar reaktivasi ini direncanakan berjalan secara bertahap. Setelah pencanangan resmi ini dilakukan, tahapan selanjutnya adalah penyusunan kajian teknis menyeluruh serta pembuatan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Konstruksi fisik tahap pertama akan memprioritaskan jalur Kayutanam–Padang Panjang dengan panjang lintasan kurang lebih 15 kilometer (15,3 km). Secara keseluruhan, Pemerintah bersama PT KAI telah menyiapkan cetak biru reaktivasi jalur nonaktif di Sumbar dengan total panjang mencapai sekitar 248,5 kilometer.
Salah satu ruas utama jangka panjang yang masuk dalam perencanaan adalah jalur lintas Kayutanam–Padang, Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh hingga Limbanang sepanjang sekitar 162 kilometer.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah nyata ini dan mengaitkannya sebagai wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong percepatan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.
Reaktivasi ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, melainkan juga menekan biaya logistik distribusi hasil bumi, batu bara, maupun komoditas lokal sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
![]()











