MENTAWAI — Pekerjaan jalan lingkungan di kawasan Katiet, Desa Bosua, Kabupaten Kepulauan Mentawai, belum diketahui identitas pelaksana maupun sumber anggarannya. Saat awak media meninjau lokasi pada 21 Oktober 2026, tidak ditemukan papan informasi proyek, sementara sejumlah material dan bekisting telah berada di lokasi.
Di lapangan, terlihat mal atau bekisting terpasang beberapa meter pada kedua sisi jalan. Terdapat pula beberapa tumpukan material menyerupai batu pecah atau split serta tumpukan pasir yang diduga berasal dari Sungai Masokut. Asal material pasir tersebut belum terkonfirmasi kepada pihak pelaksana.
Sejumlah warga setempat yang dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, nilai anggaran, maupun instansi yang bertanggung jawab. Menurut keterangan warga, pekerjaan tersebut bukan kegiatan Pemerintah Desa Bosua. Keterangan ini masih perlu dikonfirmasi kepada pemerintah desa.
Tidak ditemukannya papan informasi membuat awak media belum dapat mengidentifikasi nama paket pekerjaan, penyedia jasa, sumber pendanaan, waktu pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan.
Selain persoalan informasi pekerjaan, seorang warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kualitas jalan apabila pasir yang digunakan benar berasal dari Sungai Masokut. Berdasarkan pengalamannya melihat bangunan di kawasan tersebut, ia menilai pasir itu mengandung banyak lumpur dan sulit menyatu dengan semen.
“Sudah ada beberapa contoh bangunan di sini menggunakan pasir lokal dari Masokut, tidak ada yang tahan lama, sulit menyatu dengan semen,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Kekhawatiran warga mengenai mutu material berkaitan dengan persoalan pengawasan yang sebelumnya pernah disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Irdelius. Dalam keterangannya kepada awak media, Irdelius menyatakan bahwa salah satu langkah mencegah terulangnya kekurangan volume dan mutu pekerjaan adalah memperketat pengawasan lapangan.
“Pengawasan yang ketat dan saya tidak merekomendasikan material lokal kecuali di Sikakap,” ujar Irdelius menjawab pertanyaan awak media saat itu.
Pernyataan Irdelius tersebut merupakan keterangan sebelumnya, bukan tanggapan atas temuan pekerjaan jalan di Katiet pada 21 Oktober 2026. Hingga berita ini disusun, belum terkonfirmasi apakah pekerjaan tersebut berada di bawah dinas yang dipimpinnya.
Sementara itu, penilaian warga mengenai pasir Masokut masih berdasarkan pengamatannya. Kandungan lumpur, kelayakan pasir, dan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan material serta penjelasan pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan dari pihak pelaksana maupun instansi penanggung jawab mengenai identitas pekerjaan, asal dan pemeriksaan material pasir, serta pengawasan mutu di lapangan. (Tim)
![]()












