Limapuluh Kota, Sumbar24jam.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota melaksanakan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara untuk dua proyek infrastruktur pendidikan pada Jumat (11/09). Langkah krusial ini diambil guna memastikan seluruh pengerjaan fisik di lapangan selesai dengan tuntas dan tepat mutu sebelum diserahterimakan secara resmi.
Kegiatan PHO dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Endri Mulyadi, ST. Sebagai wujud nyata keterbukaan informasi dan transparansi publik dalam pengelolaan anggaran, proses pengecekan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Kabid bersama jajaran tim dinas, pengawas proyek, pihak penyedia (kontraktor), pihak sekolah, serta insan pers (media).

Keterlibatan pihak media dalam mengawal jalannya PHO ini menjadi bukti komitmen transparansi Dinas Pendidikan dalam mengelola setiap kegiatan. Bersama tim teknis, pengawas, dan kepala sekolah selaku penerima manfaat, pihak media diajak turun langsung melakukan cross-check detail dan menguji kesesuaian setiap item fisik di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Ini adalah salah satu bukti komitmen kita dalam transparansi pengelolaan kegiatan di Dinas Pendidikan. Dengan turun bersama tim dinas, pengawas, penyedia, pihak sekolah, hingga rekan-rekan media, kita bisa bersama-sama memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar direalisasikan dengan baik dan sesuai regulasi demi kenyamanan fasilitas belajar mengajar,” ujar Kabid Dikdas, Endri Mulyadi, ST.
Di sela-sela peninjauan tersebut, Endri Mulyadi juga meluruskan anggapan miring mengenai kehadirannya di kantor yang sempat berembus. Beliau menegaskan bahwa pembagian waktu kerjanya dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab demi mengawal program kerja dinas baik di dalam ruangan maupun di lapangan.
“Oh ya, jika ada yang mengatakan saya sering tidak masuk kantor, itu salah besar. Tanyakan saja pada rekan-rekan pers yang sering ikut dengan tim PHO. Sebelum berangkat ke lapangan, saya selalu menyelesaikan seluruh administrasi dan kegiatan di kantor terlebih dahulu.
Setelah urusan kantor beres, barulah saya dan tim PHO bergerak ke lokasi bersama konsultan pengawas, kontraktor, serta rekan-rekan pers,” tegas Endri meluruskan isyu miring tersebut.
Adapun dua titik proyek infrastruktur sekolah yang menjalani proses PHO oleh tim gabungan hari ini meliputi:
Rehabilitasi Ruang Guru UPTD SDN 06 Taeh Baruah
Proyek rehabilitasi sedang/berat untuk ruang guru, kepala sekolah, dan TU ini menelan nilai kontrak sebesar Rp 109.453.000,- yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) TA 2026. Pengerjaan diselesaikan oleh kontraktor pelaksana CV. Multi Jasa Karya berdasarkan SPK Nomor: 15/SPK/KONT/DISDIKBUD-LK/VII-2026.

Rehabilitasi Ruang Kelas UPTD SDN 03 Tanjuang Bungo
Proyek rehabilitasi sedang/berat ruang kelas ini diselesaikan dengan nilai kontrak Rp 149.906.000,- di bawah program Pengelolaan Pendidikan TA 2026. Pengerjaan dilakukan oleh pihak penyedia CV. Duta Buana Sejahtera berdasarkan SPK Nomor: 05/SPK/KONT/DISDIKBUD-LK/VII/2026.

Melalui selesainya tahapan PHO yang dikawal ketat oleh berbagai pihak ini, Dinas Pendidikan berharap sarana ruang kelas serta ruang guru yang telah direhabilitasi dapat segera dimanfaatkan. Fasilitas gedung yang kokoh dan representatif ini diharapkan mampu mendongkrak semangat belajar siswa serta kenyamanan kerja bagi para guru di SDN 06 Taeh Baruah maupun SDN 03 Tanjuang Bungo.
(Tim)
![]()






