Viral Kisah Haru Pelantikan TNI AD, Tak Punya Biaya, Prajurit Asal Pasaman Barat Jalani Prosesi Seorang Diri

Bogor, Sumbar24jam.com – Suasana haru menyelimuti upacara pelantikan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/9/2026). Di tengah gemuruh kebahagiaan ratusan prajurit baru yang merayakan kelulusan bersama sanak saudara, seorang prajurit muda bernama Naufal F.N. terpaksa menjalani momen sakral tersebut seorang diri tanpa kehadiran satu pun anggota keluarganya.

Prajurit muda asal Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, ini hanya bisa terdiam dan berdiri tegap di sudut lapangan, menyaksikan rekan-rekan seperjuangannya dipeluk erat oleh orang tua mereka. Momen emosional yang menyayat hati ini sempat diabadikan oleh seorang warga bernama Asrida Yanti dan kini memicu simpati luas dari publik.

Saat dihampiri dan ditanya mengapa pihak keluarga tidak hadir mendampinginya di hari paling bersejarah dalam hidupnya tersebut, Naufal awalnya mencoba tegar.
“Jauh!” jawabnya singkat.

Namun, setelah sempat terdiam beberapa saat seolah menahan beban berat di dadanya, prajurit muda ini akhirnya berkata jujur dengan suara bergetar. “Tak ada uang,” bisik Naufal.

Dua kata sederhana itu sudah cukup menggambarkan kenyataan pahit yang harus ia hadapi. Bukan karena sang ibu tidak bangga atau enggan melepas putranya bertugas, melainkan karena keterbatasan biaya dan jarak geografis yang sangat jauh antara Sumatera Barat dan Hutan Bogor yang memaksa mereka memendam kerinduan.

Melewati Pendidikan Berat Tanpa Pelukan Ibu
Naufal telah berhasil melewati fase pendidikan militer yang terkenal sangat panjang, berat, dan menguras fisik serta mental. Namun, saat seragam kebanggaan hijau loreng akhirnya melekat di badannya, orang yang paling ingin ia tunjukkan keberhasilan tersebut justru tidak bisa berada di tempat.

Sang ibu di kampung halaman hanya bisa mendoakan dari jauh, menyimpan rapat-rapat keinginan untuk memeluk erat anak laki-lakinya yang kini telah resmi menjadi benteng negara. Meskipun kesunyian menyelimuti hari bahagianya, ketegaran yang ditunjukkan Naufal saat melangkah ke babak baru pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD menuai banyak dukungan dan doa dari masyarakat luas.

Banyak pihak berharap seragam pengabdian yang dikenakannya hari ini menjadi jalan pembuka bagi Naufal untuk mengangkat derajat keluarga dan membahagiakan sang ibu di masa depan.

“Selamat bertugas, Prajurit Dua Naufal F.N. Perjuanganmu baru saja dimulai”.
Tim Redaksi Sumbar24jam

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *