Limapuluh Kota,Sumbar24jam.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota memastikan pekerjaan sarana dan prasarana pendidikan yang tengah dilaksanakan di sejumlah sekolah berjalan sesuai rencana, baik dari sisi volume maupun spesifikasi bahan yang digunakan.
Hal itu ditegaskan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., MT., saat melakukan monitoring pekerjaan di enam sekolah, Kamis (10/9/2026).
Dalam monitoring tersebut, Endri melakukan pengukuran langsung terhadap hasil pekerjaan sekaligus mengecek spesifikasi bahan yang digunakan. Ia mengingatkan rekanan agar volume pekerjaan dan spesifikasi bahan tidak kurang dari yang telah direncanakan.
Menurut Endri, pengawasan tersebut penting untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan perencanaan. Ia juga menekankan agar rekanan tidak mengabaikan tahap finishing.
Menurut dia, finishing merupakan bagian penting dari pekerjaan agar hasilnya terlihat dikerjakan dengan baik, sungguh-sungguh, dan rapi.
Selain memastikan kualitas hasil pekerjaan, Endri mengingatkan rekanan agar ruangan yang telah selesai dikerjakan segera dibersihkan. Dengan demikian, ruangan tersebut dapat segera digunakan kembali oleh pihak sekolah.
Monitoring dilakukan di SMPN 1 Pangkalan, SDN 01 Gunung Malintang, SMPN 3 Kecamatan Kapur IX, SDN 02 Koto Lamo, SDN 01 Koto Bangun, dan SDN 02 Koto Bangun.
Di SMPN 1 Pangkalan, pekerjaan meliputi penggantian atap dan plafon serta pengecatan bagian luar dan dalam tiga ruang kelas. Pekerjaan dilaksanakan CV. Jaya, dengan CV. Archie Duta Prakarsa sebagai pengawas.
Sementara di SDN 01 Gunung Malintang, pekerjaan meliputi plafon, atap, pengecatan, serta peninggian struktur bangunan sekitar 80 sentimeter. Pekerjaan dilaksanakan CV. Eka Putra, dengan CV. Archie Duta Prakarsa sebagai pengawas.
Di SMPN 3 Kecamatan Kapur IX, pekerjaan mencakup penggantian atap dua lokal, pemasangan keramik satu lokal bagian luar dan dalam, plafon tiga lokal, selasar satu lokal, serta pengecatan. Pekerjaan dilaksanakan CV. Jaya, dengan CV. Archie Duta Prakarsa sebagai pengawas.
Adapun di SDN 02 Koto Lamo, pekerjaan meliputi plafon, rangka plafon, dan penggantian atap. Pekerjaan dilaksanakan CV. Daffa Pratama, dengan CV. Atta Graha sebagai pengawas.
Di SDN 01 Koto Bangun, pekerjaan meliputi atap, kuda-kuda, lisplang, plafon, pengecatan satu lokal secara penuh, pengacian batu bata gudang dan dapur, serta penggantian pintu WC. Pekerjaan dilaksanakan CV. Sapta Multi Karya, dengan CV. Archie Duta Prakarsa sebagai pengawas.
Sedangkan di SDN 02 Koto Bangun, pekerjaan meliputi penggantian enam bagian atap, plafon tiga lokal bagian luar dan dalam, serta pemasangan keramik ukuran 40 x 40 sentimeter pada satu lokal. Pekerjaan dilaksanakan CV. Ratubriss, dengan CV. Arta Graha sebagai pengawas.
Dari hasil monitoring, secara umum tidak ditemukan masalah berarti pada pekerjaan di enam sekolah tersebut. Pekerjaan telah memasuki tahap finishing dan diarahkan untuk segera diselesaikan menjelang Provisional Hand Over (PHO).
Endri juga mengingatkan rekanan agar tetap menjaga dan memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan hingga enam bulan ke depan, sampai memasuki waktu Final Hand Over (FHO).
Menurutnya, hasil pekerjaan yang telah selesai tetap perlu dijaga agar kualitas dan manfaatnya dapat dipertahankan. Karena itu, ia juga meminta pihak sekolah bekerja sama dengan rekanan dalam menjaga dan memelihara sarana yang telah diperbaiki.
Khusus di SDN 02 Koto Lamo, Endri turut menyoroti persoalan air limbah rumah tangga warga di sekitar sekolah yang menimbulkan bau tidak sedap. Ia meminta agar segera diajukan permohonan pekerjaan baru untuk mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan sumur resapan.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan air limbah dan bau tidak sedap di sekitar lingkungan sekolah dapat ditangani, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih baik.
Secara keseluruhan, monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota memastikan pekerjaan sarana pendidikan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi volume dan spesifikasi yang direncanakan, dikerjakan secara rapi, serta dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh sekolah.
(Tim)
![]()








