Di Balik Amukan Massa di Payolinyam, Ada Bayi Kelainan Jantung yang Gagal Dirujuk dan Anak Tunanetra Merindukan Ayah

Payakumbuh, Sumbar24jam.com – Sebuah fakta pilu terungkap di balik aksi pencurian kabel menara telekomunikasi (tower) di kawasan Payolinyam, Payakumbuh Utara. Seorang pelaku asal Kampar yang sempat viral akibat babak belur diamuk massa, ternyata nekat mencuri demi membiayai pengobatan bayinya yang menderita kelainan jantung.

Beredar serta viral di branda Facebook dan di unggah oleh akun Payakumbuh Kini tentang curhatan sang Istri pelaku, Ia mengaku sangat terpukul saat melihat video suaminya beredar luas di media sosial dalam kondisi luka-luka. Ia sama sekali tidak menyangka sang suami mengambil jalan pintas tersebut, karena pamit dari rumah untuk bekerja mencari nafkah seperti biasa.

“Saya kaget sekali. Saya tidak tahu kalau itu yang dilakukan suami saya. Setahu saya dia pergi bekerja mangampas (berdagang keliling),” ungkap sang istri saat diwawancarai pada Minggu malam (30/8/2026).

Rencana Rujukan Medis yang Kandas
Faktor ekonomi dan desakan biaya pengobatan anak menjadi pemicu utama aksi nekat tersebut.

Pasangan suami istri ini sedang berjuang merawat anak kedua mereka yang baru berusia dua bulan. Bayi tersebut didiagnosis menderita kelainan jantung dengan kondisi kesehatan yang kian memburuk.

Sedianya, bayi malang tersebut akan dibawa dari kediaman mereka di Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, menuju Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan spesifik.

Namun, rencana rujukan yang dijadwalkan hari ini terpaksa batal total.
“Anak kedua kami sakit kelainan jantung dan kondisinya sekarang sangat parah.

Rencananya besok mau dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Tapi karena ayahnya tertangkap, kami gagal berangkat,” tutur sang istri dengan nada lirih.
Tangisan Anak Tunanetra Merindukan Sang Ayah.

Penderitaan keluarga ini kian berlapis. Anak pertama mereka yang berusia tujuh tahun merupakan penyandang tunanetra. Dalam dua hari terakhir, bocah tersebut terus menangis dan mengalami tantrum karena merindukan keberadaan ayahnya yang biasa menemani.
“Anak pertama kami tunanetra dan setiap hari harus mendengar suara ayahnya.

Sudah dua hari ini dia tidak mendengar suara bapaknya, lalu mengamuk bertanya ‘mana ayah, mana ayah’. Saya bingung harus menjawab apa, hanya bisa bilang kalau ayahnya sedang kerja,” jelasnya.

Karena rencana pengobatan ke Pekanbaru batal, sang istri berencana mendatangi Mapolres Payakumbuh hari ini untuk menjenguk suaminya bersama anak-anak.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga tersangka berinisial AZ, AL, dan IL di Polres Payakumbuh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut atas dugaan pencurian fasilitas umum tersebut. biaya pengobatan anak menjadi pemicu utama aksi nekat tersebut.

Pasangan suami istri ini sedang berjuang merawat anak kedua mereka yang baru berusia dua bulan. Bayi tersebut didiagnosis menderita kelainan jantung dengan kondisi kesehatan yang kian memburuk.

Sedianya, bayi malang tersebut akan dibawa dari kediaman mereka di Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, menuju Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan spesifik. Namun, rencana rujukan yang dijadwalkan hari ini terpaksa batal total.

“Anak kedua kami sakit kelainan jantung dan kondisinya sekarang sangat parah.

Rencananya besok mau dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Tapi karena ayahnya tertangkap, kami gagal berangkat,” tutur sang istri dengan nada lirih.

Tangisan Anak Tunanetra Merindukan Sang Ayah

Penderitaan keluarga ini kian berlapis. Anak pertama mereka yang berusia tujuh tahun merupakan penyandang tunanetra. Dalam dua hari terakhir, bocah tersebut terus menangis dan mengalami tantrum karena merindukan keberadaan ayahnya yang biasa menemani.

“Anak pertama kami tunanetra dan setiap hari harus mendengar suara ayahnya.

Sudah dua hari ini dia tidak mendengar suara bapaknya, lalu mengamuk bertanya ‘mana ayah, mana ayah’. Saya bingung harus menjawab apa, hanya bisa bilang kalau ayahnya sedang kerja,” jelasnya.

Karena rencana pengobatan ke Pekanbaru batal, sang istri berencana mendatangi Mapolres Payakumbuh hari ini untuk menjenguk suaminya bersama anak-anak.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga tersangka berinisial AZ, AL, dan IL di Polres Payakumbuh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut atas dugaan pencurian fasilitas umum tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed