Jelang PHO, Kabid Dikdas Limapuluh Kota Monitor Langsung Proyek Rehabilitasi Dua Sekolah

Limapuluh Kota, Sumbar24jam.com-Menjelang pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO), Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., turun langsung memonitor pelaksanaan proyek rehabilitasi ruang kelas di dua sekolah, Jumat (28/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Endri Mulyadi didampingi rekan media. Monitoring dilakukan dengan mengecek dokumen pelaksanaan pekerjaan serta melihat langsung kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Dua sekolah yang menjadi lokasi monitoring yakni UPTD SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh dan SD Negeri 01 Suayan.

Pastikan Pelaksanaan Pekerjaan Berjalan Baik

Monitoring pertama dilakukan di UPTD SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh. Endri Mulyadi disambut Kepala Sekolah Tesi Eka Putri, S.Pd., bersama konsultan pengawas Agus dan Direktur CV Jaya Abadi Wezan, SE., selaku pelaksana pekerjaan.

Dalam monitoring tersebut, Endri Mulyadi melakukan pengecekan terhadap dokumen pelaksanaan pekerjaan serta melihat langsung kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Ketika peninjauan tersebut, pekerjaan telah mencapai 100 persen dan tinggal dilakukan pembersihan ruangan agar siap digunakan saat serah terima.

Wezan menjelaskan pekerjaan yang telah dilaksanakan kepada Endri Mulyadi sekaligus memperlihatkan hasil pekerjaan di lapangan. Sementara Agus selaku konsultan pengawas menjelaskan pekerjaan dan pengawasan yang telah dilakukannya.

Dalam kesempatan tersebut, Endri Mulyadi mengingatkan pihak rekanan agar bekerja dengan hati-hati serta memperhatikan penghitungan volume pekerjaan, spesifikasi barang, dan SOP pekerjaan.

“Saya mengingatkan kepada rekanan agar betul-betul memperhatikan penghitungan volume pekerjaan, spesifikasi barang, dan SOP yang telah ditetapkan. Kita tentu ingin pekerjaan ini berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Endri.

Dari pantauannya, Endri Mulyadi tidak menemukan persoalan pada pekerjaan tersebut. Proyek juga telah menuju tahap PHO.

Wezan mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim telah melaksanakan pekerjaan dengan hati-hati sesuai prosedur dan dokumen perencanaan. Hal senada disampaikan Agus, yang menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur agar pekerjaan rekanan tetap mengacu pada dokumen perencanaan.

Tesi Eka Putri mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil pekerjaan rehabilitasi. Menurutnya, rekanan juga kooperatif selama pekerjaan berlangsung.

Selain itu, ia berharap gedung kantor sekolah yang telah berusia sekitar 30 tahun dan belum direhabilitasi dapat menjadi perhatian untuk rencana rehabilitasi berikutnya.

Berlanjut ke SD Negeri 01 Suayan

Monitoring kemudian dilanjutkan ke SD Negeri 01 Suayan. Di sekolah tersebut, Endri Mulyadi bertemu Kepala Sekolah Nur Aisyah, konsultan pengawas Erwin Septiadi, ST., serta Direktur CV Putra Pasifik Oky Chandra Kurnia, selaku pelaksana pekerjaan.

Seperti di lokasi sebelumnya, Endri Mulyadi melakukan pengecekan terhadap dokumen pelaksanaan pekerjaan serta melihat langsung kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Pekerjaan rehabilitasi di SD Negeri 01 Suayan meliputi atap, plafon, dan pintu.

Oky Chandra Kurnia menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan dokumen perencanaan dan arahan konsultan pengawas. Sementara Erwin Septiadi, ST., menjelaskan secara detail pekerjaan yang telah dilakukan dan kesesuaiannya dengan perencanaan.

Endri Mulyadi kembali mengingatkan agar pelaksana benar-benar memperhatikan penghitungan volume pekerjaan, spesifikasi barang, dan SOP yang berlaku.

Dari pantauan Endri Mulyadi, tidak ditemukan persoalan dalam pekerjaan tersebut dan proyek telah menuju tahap PHO.

Kepala SD Negeri 01 Suayan, Nur Aisyah, mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil pekerjaan yang dilaksanakan rekanan.

Namun, ia menyampaikan masih terdapat bagian bangunan sekolah yang belum masuk dalam pekerjaan rehabilitasi tahap ini. Karena itu, Nur Aisyah berharap bagian tersebut dapat direncanakan untuk mendapatkan rehabilitasi pada tahap berikutnya.

Monitoring dua sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan melihat langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan proses menuju PHO berjalan dengan baik sesuai ketentuan.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *