Video Aksi DJ Viral di Medsos, H. Wan Martabak Tegaskan Omara DJ Tidak Terkait

Payakumbuh, Sumbar24jam.com – Beredarnya rekaman video penampilan salah satu Disc Jockey (DJ) yang mendadak viral di media sosial karena mempertontonkan adegan yang dinilai kurang pantas, memicu sorotan tajam dari masyarakat Luak Limopuluah.

Merespons kesimpangsiuran informasi yang berkembang, tokoh hiburan lokal, H. Wan Martabak, menegaskan bahwa sosok yang tampil dalam video viral tersebut adalah Amourha DJ, bukan Omara DJ yang berada di bawah pengelolaannya.

Klarifikasi resmi tersebut disampaikan langsung oleh H. Wan Martabak saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler WhatsApp pada Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa Omara DJ bergerak di bawah naungan resmi Yayasan Insan Seni Luak 50 Kota dan sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan manajemen maupun penampilan Amourha DJ yang sedang menjadi buah bibir negatif di jejaring sosial.

H. Wan memaparkan, selaku pengelola, dirinya selalu konsisten memberikan edukasi, rambu-rambu, serta arahan ketat kepada seluruh kru dan pemain orgen tunggal yang bernaung di bawah manajemennya. Hal itu dilakukan agar para seniman panggung tetap menjunjung tinggi norma, etika kesopanan, serta kearifan lokal saat tampil di berbagai hajatan warga.

“Perlu saya luruskan, yang viral itu adalah Amourha DJ, bukan Omara DJ milik saya. Apa yang dipertontonkan dalam video tersebut jelas patut untuk tidak dicontoh. Saya selalu menekankan kepada seluruh pemain musik yang saya bawahi, apa pun bentuk acaranya, dilarang keras mempertontonkan aksi-aksi vulgar atau hal negatif selama pertunjukan berlangsung,” ujar H. Wan secara lugas.

Menurut H. Wan, industri hiburan rakyat memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyajikan tontonan yang segar dan menghibur tanpa harus menabrak nilai-nilai religius dan norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat. Para pelaku seni orgen tunggal maupun DJ diharapkan cerdas dan adaptif dalam menyesuaikan gaya penampilan dengan jenis acara serta adat istiadat lingkungan tempat mereka diundang.

Ia kembali menegaskan bahwa setiap seniman yang berada di bawah kepengurusannya wajib memahami bahwa performa di atas panggung turut mempertaruhkan nama baik nama besar kelompok. Oleh karena itu, aspek etika dan kesopanan merupakan harga mati yang tidak boleh diabaikan demi popularitas sesaat.

Melalui momentum ini, H. Wan mengimbau netizen dan lapisan masyarakat luas agar jeli dan tidak keliru lagi dalam mengaitkan rekaman video Amourha DJ tersebut dengan Omara DJ. Upaya pelurusan informasi ini dinilai krusial agar tidak memicu kesalahpahaman, fitnah, serta penyebaran kabar bohong (hoax) yang merugikan iklim kesenian daerah.

“Saya berharap kejadian ini bisa menjadi cerminan dan pelajaran berharga bagi seluruh pelaku industri hiburan, khususnya para pemain musik orgen tunggal di Luak Limopuluah, untuk senantiasa menjaga profesionalitas, marwah etika, dan norma dalam setiap penampilannya,” pungkas H. Wan mengakhiri pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed