Payakumbuh, Sumbar24jam.com — Tanggal 26 Agustus menjadi memoar kelam bagi ratusan pedagang di Blok Barat Pasar Pusat Pertokoan Kota Payakumbuh. Tepat satu tahun yang lalu, kobaran api menjelang subuh meluluh lantakkan pusat urat nadi perekonomian kota ini dalam sekejap.
Kini, setelah melewati 12 bulan penuh, para pedagang yang saat ini bertahan di kios-kios penampungan darurat mulai bersuara lantang meminta kejelasan komitmen atas wacana pembangunan pasar Payakumbuh
Sejak proses pengundian nomor kios penampungan selesai dilakukan pada akhir Desember lalu, aktivitas perdagangan perlahan menggeliat kembali. Namun, kondisi ini jauh dari kata ideal.
Mayoritas pedagang mengeluhkan penurunan omzet drastis akibat lokasi penampungan yang tidak sepadat dan senyaman pasar asli sebelum terbakar.
Saat awak media menelusuri salah seorang pedagang Pasar Blok Barat, Eri Lintau, menyampaikan harapannya agar pembangunan pasar dapat dilakukan secepat mungkin.
Menurutnya, masih ada sejumlah pedagang yang belum mendapatkan toko atau tempat penampungan untuk berjualan setelah peristiwa kebakaran.
“Harapan kami pasar ini lebih cepat dibangun, supaya teman-teman yang tidak mendapatkan toko penampungan bisa lebih cepat beroperasi lagi dan kembali mencari nafkah,” ujar Eri.
Hal yang serupa juga dipaparkan ke awak media oleh Rizal pedangang toko pakaian
kami bersyukur masih bisa berdagang dan diberi tempat penampungan oleh Pemerintah Kota,” ujarnya yang terdampak musibah serta kehilangan kiosnya setelah puluhan tahun merintis usaha.
“Tetapi modal kami habis terbakar setahun lalu. Sekarang kami mulai lagi dari nol dengan fasilitas seadanya. Harapan kami hanya satu: pasar kami segera dibangun kembali agar ekonomi kami pulih seutuhnya.”
Menepis Isu Miring, Menagih Janji APBN 2026,di tengah masa pemulihan, sempat berembus isu miring yang menyebutkan bahwa proyek revitalisasi pasar akan diserahkan kepada investor swasta, yang memicu kekhawatiran pedagang akan mahalnya harga sewa kios baru.
Namun, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui pengumuman resminya telah menegaskan bahwa pembangunan ulang pasar ini murni dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Komitmen ini diperkuat oleh janji Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan jajaran anggota DPR RI asal Sumbar yang menargetkan dimulainya pembangunan fisik pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.
Pedagang mendesak agar janji birokrasi ini tidak sekadar menjadi angin segar di atas kertas, melainkan segera diwujudkan dengan peletakan batu pertama wacana pembangunan pasar Payakumbuh yang baru.
Hal serupa pedagang toko pakaian busana Dion yang juga perwakilan pedagang pasar Payakumbuh, mengutarakankan bahwa kami hanya menantikan kejelasan status lapak kami serta dipercepat wacana pembangunan pasar ini, ” tegasnya ke awak media.
Ia berharap pembangunan kembali Pasar Blok Barat dapat segera diwujudkan agar para pedagang memiliki kepastian tempat untuk kembali menjalankan usaha.
“Kami tidak tahu-menahu soal urusan lainnya. Yang kami inginkan, pembangunan pasar segera direalisasikan, karena banyak pedagang yang sudah menganggur,” ujarnya
“Pasar Blok Barat adalah urat nadi kami. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta hak kami sebagai pedagang kecil untuk bisa beraktivitas dengan layak dan aman kembali,” pungkas seorang perwakilan pedagang.
Satu tahun telah berlalu dari puing-puing abu. Kini, bola panas pembangunan berada di tangan pemerintah pusat dan daerah untuk membuktikan bahwa suara dan nasib ratusan kepala keluarga di Pasar Payakumbuh benar-benar menjadi prioritas utama.(A)






