Payakumbuh,Sumbar24jam.com — Kisah perjuangan hidup yang menyayat hati datang dari keluarga pasangan Riko Hernandes (44) tahun dan Watri Yanti (36)tahun , warga RT 001/RW 003, Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Di tengah impitan ekonomi dan keterbatasan biaya, anak bungsu mereka terpaksa harus putus sekolah.
Mendengar kondisi memprihatinkan konstituennya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 fraksi Golkar, H. Dahler, S.H., bergerak cepat. Beliau turun langsung meninjau kondisi keluarga tersebut dan menyerahkan bantuan guna meringankan beban mereka pada Senin (3/8/2026).
Kepada awak media, Watri Yanti menuturkan bahwa selama kurang lebih 10 tahun terakhir, ia bersama suami dan ketiga anaknya harus bertahan hidup di sebuah rumah kontrakan sederhana. Demi menyambung hidup dan menutupi kebutuhan harian, Watri harus ikut banting tulang turun tangan membantu suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan sudah lama tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Sehari-hari saya berjualan di SDN 09 dari pagi sampai jam 12.00 siang. Setelah itu, saya lanjut bekerja membantu aktivitas di kedai harian orang lain untuk cari tambahan pemasukan,” tutur Watri dengan nada lirih.
Meski pihak keluarga mengakui telah terdata dan menerima bantuan rutin dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan pangan beras, nyatanya beban ekonomi yang berat tetap membuat mereka kewalahan. Puncaknya, anak bungsu mereka, Klaudia, yang kini berusia 5,5 tahun, terpaksa harus berhenti sekolah akibat mahalnya biaya operasional masuk sekolah yang harus dikeluarkan.
“Anak saya yang paling kecil ini terpaksa tidak bisa sekolah karena biaya awal yang dibutuhkan saat ini berkisar Rp450.000. Uang masuk Taman Kanak kanak (TK) serta pakaian sekolah kami tidak ada, buat makan sehari hari menopang ekonomi sulit kami dapatkan,”jawabnya ke awak media
Dengan keadaan ekonomi kami yang serbapas-pasan seperti sekarang, tentu kami sebagai orang tua tidak sanggup membayar uang sebanyak itu,” ungkap Watri sembari menahan sedih.

Melihat kondisi tersebut, H. Dahler, S.H. menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud tanggung jawab moral sebagai perwakilan rakyat yang berkewajiban hadir langsung di tengah masyarakat saat warganya sedang mengalami kesulitan.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan, melainkan sebagai bentuk silaturahmi, kepedulian, dan kewajiban kami selaku wakil rakyat di Dapil satu,” Ungkapnya.
Kami ingin memastikan bahwa kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi keluarga yang sedang terimpit masalah ekonomi dan pendidikan anak seperti ini,” ujar H.Dahler tegas.
Legislator senior ini juga menyempatkan diri berdialog hangat dengan keluarga tersebut dan berkomitmen untuk terus mengawal program-program kesejahteraan sosial serta beasiswa pendidikan di lembaga legislatif, agar kasus anak putus sekolah akibat biaya di Payakumbuh tidak terulang lagi.
Aksi nyata H.Dahler yang datang langsung ke rumah kontrakan ini disambut penuh rasa haru dan tangis syukur oleh keluarga Watri Yanti.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bapak H.Dahler.
Beliau adalah sosok yang responsif dan mau turun melihat kondisi kami langsung di bawah. Semoga kebaikan dan bantuan ini membawa berkah untuk keluarga kami,” ucap Watri penuh syukur.
Melalui kegiatan datangi warga dan aksi kepedulian ini, H. Dahler berharap sinergisitas antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin erat demi mewujudkan Payakumbuh yang lebih peduli dan berkeadilan.






