Ulat hingga Rambut di Menu Makan Bergizi Gratis Palupuh: Kinerja SPPG Yayasan Affa Adicitta Amburadul?

AGAM,Sumbar24jam.com — Polemik kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Affa Adicitta, Kenagarian Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, kembali memanas. Program nasional yang bertujuan mulia ini justru menuai kritik tajam setelah ditemukan ulat dan helai rambut dalam menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Buruknya higienitas ini memperpanjang daftar hitam pengelolaan dapur MBG di wilayah tersebut. Pasalnya, beberapa bulan lalu, SPPG Palupuh juga sempat disorot akibat menyajikan nasi yang kurang matang serta menu ayam yang masih berdarah.

Seorang guru di Nagari Pasia Laweh yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa temuan ulat di dalam sayur terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026, yang kemudian disusul temuan helai rambut pada menu makanan di hari berikutnya.

“Kami menemukan ada ulat di sayur, bahkan setelah itu ada juga rambut. Ini jelas sangat mengganggu dan sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak,” ujar sumber tersebut kepada awak media.

Dilansir beberapa media www.sumbar eksis dan media online lainnya memaparkan sudah lebih dari dua kali melanggar Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat Palupuh. Seorang tokoh setempat berinisial B mengecam keras berulangnya kasus kelalaian ini. Menurutnya, kualitas pelayanan di SPPG tersebut menunjukkan tren yang terus memburuk tanpa ada upaya perbaikan yang nyata.

“SPPG ini sudah lebih dari dua kali memberikan menu MBG yang tidak layak kepada anak-anak. Ini menunjukkan tidak ada komitmen evaluasi sama sekali,” tegas B saat diwawancarai di lapangan.

B menilai insiden ini sebagai indikator kuat kegagalan implementasi program di tingkat pelaksana akibat manajemen yang bobrok dan lemahnya pengawasan internal.
“Harusnya masalah yang lalu jadi bahan pelajaran. Tapi faktanya tidak, pengawasan tetap lemah seperti tanpa kontrol. Programnya sangat bagus, tapi pelaksanaannya amburadul. Kok bisa sampai ada ulat dan rambut?” cetusnya.

Melihat dampak buruk yang mengintai kesehatan para siswa, desakan agar Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Agam mengambil tindakan tegas kini menguat. Satgas diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan audit dan evaluasi total terhadap operasional dapur Yayasan Affa Adicitta.

B bahkan meminta otoritas terkait tidak segan-segan menjatuhkan sanksi pembekuan (suspend) hingga rekomendasi penutupan permanen ke Badan Gizi Nasional (BGN) jika pengelola terbukti tidak kompeten.

“Kami minta Satgas Kabupaten Agam segera evaluasi total. Kalau memang tidak mampu memperbaiki kualitas, lebih baik diajukan ke BGN untuk ditutup saja. Jangan sampai anak-anak kita terus menjadi korban,” pungkas B.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Palupuh masih memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilayangkan oleh awak media kepada kepala SPPG setempat belum mendapatkan respons resmi, menambah panjang daftar persoalan transparansi dalam pengelolaan program pelayanan publik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *