Sumbar24jam.com|Pessel – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk membahas rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung tegang. Ketua DPRD Pesisir Selatan, Darmansyah, mengusir perwakilan PT Kemilau bernama Men dari ruang rapat karena dinilai tidak menghargai forum resmi dewan.
RDP tersebut dilaksanakan Senen 22 Juni 2026 di Gedung DPRD Pesisir Selatan dan dihadiri oleh anggota DPRD, perwakilan pemerintah daerah Dan Dunas Perkebunan Sumbar, Apsindo, petani sawit, serta pihak perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Agenda utama rapat adalah mencari solusi atas keluhan petani terkait harga sawit yang dinilai jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.
Dalam rapat itu, para petani menyampaikan bahwa harga TBS sawit yang diterima di Pesisir Selatan tidak sebanding dengan harga yang berlaku di kabupaten tetangga. Kondisi tersebut dinilai merugikan petani dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Untuk memperoleh penjelasan, DPRD mengundang pihak perusahaan yang membeli hasil panen petani, termasuk PT Kemilau. Kehadiran perusahaan diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai mekanisme penetapan harga serta faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya harga sawit di daerah tersebut.
Namun, suasana rapat berubah tegang ketika perwakilan PT Kemilau, Men, memberikan tanggapan dalam forum. Sikap dan penyampaiannya dinilai tidak menunjukkan penghormatan yang semestinya terhadap forum resmi yang dipimpin oleh DPRD.
Ketua DPRD Darmansyah sempat memberikan peringatan agar seluruh peserta rapat menjaga etika dan mengikuti tata tertib persidangan. Peringatan tersebut diberikan untuk memastikan jalannya rapat tetap kondusif dan fokus pada penyelesaian persoalan yang dihadapi petani.
Karena dinilai tetap tidak menghormati forum, Darmansyah akhirnya mengambil keputusan tegas dengan meminta perwakilan PT Kemilau meninggalkan ruang rapat. Keputusan tersebut diambil demi menjaga marwah lembaga DPRD dan ketertiban jalannya RDP.
Setelah perwakilan perusahaan keluar dari ruangan, rapat kembali dilanjutkan. Para anggota dewan kemudian melanjutkan pembahasan mengenai penyebab rendahnya harga sawit serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi kepentingan petani di Pesisir Selatan.
Dalam kesempatan itu, DPRD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani sawit. Dewan juga meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani lebih adil dan tidak tertinggal dibandingkan daerah lain.
RDP tersebut menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh DPRD bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Dewan berharap persoalan rendahnya harga sawit dapat segera menemukan solusi sehingga petani di Pesisir Selatan memperoleh harga yang layak dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.(***)
![]()
