Sarilamak,Sumbar24jam.com – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan langkah cepat dalam pemulihan wilayah terdampak bencana. Sebanyak 447 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak dijadwalkan mulai memasuki tahapan konstruksi fisik pada September 2026 mendatang.
Pengerjaan ini dimulai setelah seluruh rangkaian proses tender oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dinyatakan selesai.
Bupati Lima Puluh Kota H Safni menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan ini. Dari total kebutuhan yang ada, sebanyak 243 unit Huntap akan dibangun melalui skema pembiayaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, 204 unit sisanya diakselerasi langsung melalui penganggaran Kementerian PKP.
“Fokus utama kita adalah memberikan hunian yang aman dan layak bagi warga secepat mungkin. Lahan sudah klir, anggaran siap dikucurkan, dan pematangan fasilitas pendukung terus berjalan di lapangan,” ujar Bupati dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Kawasan Huntap terpadu ini dipusatkan di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Kepastian hukum terkait lokasi pemukiman baru ini terwujud berkat besarnya dukungan dari masyarakat adat setempat, yang ditandai dengan hibah lahan seluas 5,5 hektare oleh Ninik Mamak Nagari Koto Tinggi.
Saat ini, berkas administrasi pertanahan tengah dikawal bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk penerbitan sertifikat resmi guna menghindari potensi konflik agraria di masa depan.
Kawasan relokasi baru ini sengaja dirancang sebagai sebuah pemukiman mandiri yang ramah lingkungan. Selain berfokus pada hunian warga, pemerintah daerah saat ini juga sedang melakukan pemadatan tanah untuk relokasi gedung baru SD Negeri 04 Nagari Koto Tinggi. Langkah ini diambil guna menjamin keberlanjutan akses pendidikan bagi anak-anak di lokasi pemukiman yang baru.
Guna mengejar target rampung pada akhir tahun 2026, proyek huntap terpadu ini mengadopsi inovasi teknologi material modern berupa Sepablock (Semen Padang Interlocking Block), yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Semen Padang.
Penggunaan material modular ini diklaim mampu memangkas waktu pendirian dinding rumah secara signifikan jika dibandingkan dengan penggunaan batu bata konvensional. Pihak PT Semen Padang bahkan telah meningkatkan kapasitas produksi pabriknya untuk memasok kebutuhan material konstruksi Huntap ini secara penuh hingga November 2026.
Sembari menunggu pengerjaan bangunan fisik selesai digarap, para pengungsi dari Jorong Aie Angek dilaporkan telah menempati Hunian Sementara (Huntara) yang layak sejak awal tahun.
Pemerintah daerah memastikan seluruh pemenuhan fasilitas dasar di lingkungan Huntara seperti jaringan listrik, pasokan air bersih, tempat ibadah, hingga jaminan hidup (jadup) terpenuhi dengan baik selama masa transisi ini berjalan.






