Kendari,Sumbar24jam.com – Aliansi Mahasiswa Bersuara kembali menggelar aksi damai di jantung kota kendari eks MTQ pada Minggu 15 Maret 2026 Pukul 07.30 Wita
Aksi damai ini dihadiri oleh Puluhan Mahasiswa Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Forum Aliansi Mahasiswa Bersuara, dengan membawa tuntutan besar kepada Rezim Prabowo agar ’’Indonesia Harus Keluar Dari Board Of Peace”,
Hikma Sanggala selaku Koordinator Aksi Menjelaskan fakta fakta, ”Kami menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam struktur Board of Peace (BoP) merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan negara dan marwah bangsa. Kami memberikan bukti-bukti otentik bahwa Amerika Serikat tidak pernah membawa perdamaian, melainkan agenda penjajahan yang destruktif”.
“Sebagai penyokong utama penjajahan, Amerika Serikat secara konsisten menjadi aktor di balik pendanaan serta perlindungan politik bagi pendudukan di berbagai belahan dunia, termasuk genosida di Palestina. Rekam jejak invasi mereka, seperti yang tercatat dalam sejarah intervensi militer di Irak dan Afghanistan, selalu berakhir dengan kehancuran kedaulatan dan penderitaan jutaan rakyat sipil, alih-alih mewujudkan perdamaian hakiki”.
”Kebiadaban tersebut baru saja kembali terbukti lewat serangan rudal Tomahawk Amerika Serikat yang menghancurkan Sekolah Dasar Perempuan Shadjareh Tayebeh di Minab, Iran. Tragedi memilukan tersebut menewaskan sedikitnya 165 jiwa, yang mayoritasnya adalah anak-anak perempuan tak berdosa yang tengah menuntut ilmu di dalam kelas. Serangan brutal ini menjadi bukti mutlak bahwa intervensi militer AS sama sekali tidak memperdulikan nyawa warga sipil”.
”Oleh karena itu, BoP hanyalah alat kontrol baru bagi Amerika Serikat untuk menggunakan kekuatan militer negeri lain demi mengamankan kepentingan geopolitik dan ekonomi mereka sendiri dibawah topeng perdamaian”.
”Langkah Pemerintah ini secara terang-terangan menabrak dua landasan utama negeri ini. Prinsip anti penjajah yang dengan tegas menyatakan bahwa “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Dengan bergabung ke BoP yang diprakarsai oleh aktor imperialis, Pemerintah justru terjebak dalam pusaran neokolonialisme. Secara syar’i, kami menegaskan bahwa menundukkan diri dan mengirim tentara di bawah komando Amerika adalah haram. Allah SWT berfirman:
وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 141)
”Menyerahkan garis komando militer kepada negara penjajah berarti membuka jalan bagi dominasi dan intervensi terhadap kaum mukminin. Militer kaum muslimin semestinya berfungsi menjaga kehormatan Islam (izzul Islam wal muslimin), melindungi umat, dan membela negeri-negeri yang tertindas—bukan menjadi pion bagi kepentingan asing” Tegas nya.
Dalam kesempatan itu Koordinator Aksi Menyatakan sikap ”Oleh karena itu, kami, Aliansi Mahasiswa Bersuara Sultra dan elemen pemuda menyatakan sikap:
1. Menuntut Pemerintah Indonesia untuk segera membatalkan keikutsertaan dan KELUAR dari Board of Peace (BoP).
2. Mengingatkan kepada penguasa bahwa menundukkan diri pada struktur militer yang dikomandoi negara penjajah adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip anti penjajahan dan tindakan haram secara syariat.
3. Mendesak Pemerintah untuk kembali pada politik luar negeri yang independen, menolak segala bentuk intervensi asing, serta memprioritaskan militer untuk pembebasan tanah Palestina yang dijajah.
4. Menyerukan persatuan kaum muslimin dan negeri-negeri Islam di seluruh dunia, guna mobilisasi tentara untuk membebaskan tanah Palestina dari penjajah Zionis yahudi.
Aksi ini ditutup dengan doa bersama Agar Para pemimpin tidak abai terhadap urusan umat, dikarenakan mereka akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah Subhanahu wata’ala
![]()
