PAYAKUMBUH,Sumbar24jam.com – Walikota Payakumbuh Zulmaeta, secara resmi pada Rabu besok 11 Maret 2026 bakal melaunching Masjid Musafir yang berada di jalan Deponegoro Bypass, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh sebagai Masjid Ramah Pemudik tingkat Kota Payakumbuh.
Dilansir beberapa media online Informasi akan hadirnya Walikota Payakumbuh Zulmaeta untuk melaunching Masjid Musafir sebagai Masjid Ramah Pemudiak tingkat Kota Payakumbuh tersebut diinformasikan langsung oleh Kepala Seksi Bimas Kemenag Kota Payskumbuh H. Kanapi. MA didampingi JFU pada Seksi Humas yang datang melakukan peninjauan ke Masjid Musafir, Selasa siang (10/3/2026).
” Insyaallah, Bapak Walikota Payakumbuh, Zulmaeta bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, H. Hendri Yazid akan hadir dalam kegiatan launching (lick off) Masjid Musafir sebagai Masjid Ramah Pemudik tingkat Kota Payakumbuh.” ujar H. Kanapi.
Diungkapkan H. Kanapi, penunjukan Masjid Musafir sebagai Masjid Ramah Pemudik tingkat Kota Payakumbuh merupakan bagian dari program Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Program tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan Masjid Ramah Pemudik, yang mendorong masjid dan musala di jalur mudik agar memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.
Sementara itu Ketua Pengurus Masjid Musafir, Doddy Sastra menyambut baik penunjukan Masjid Musafir sebagai salah satu masjid ramah pemudik di Sumatera Barat.
“Kami menyambut baik karena masjid ini ditunjuk sebagai masjid ramah pemudik. Ini menjadi amanah bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan mudik,” ujarnya.
Menurutnya, pihak pengurus masjid akan segera melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh para pemudik, agar mereka dapat beristirahat dengan nyaman saat singgah di masjid.
Ia menjelaskan, program masjid ramah pemudik mendorong pengelola masjid menyediakan sejumlah fasilitas bagi pemudik, seperti membuka akses masjid selama 24 jam, menjaga keamanan area masjid dan parkir, memastikan kebersihan toilet serta ketersediaan air bersih, hingga menyediakan tempat istirahat yang layak.
Selain itu, pengurus juga diimbau menyediakan fasilitas pengisian daya telepon genggam (charging station), pusat informasi, serta air minum atau makanan ringan bagi pemudik yang singgah.
“InsyaAllah fasilitas yang dibutuhkan pemudik akan kami lengkapi secara bertahap agar para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” tambahnya.
Program Masjid Ramah Pemudik sendiri merupakan gerakan nasional Kementerian Agama untuk menghadirkan masjid sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan bersih bagi masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Di Sumatera Barat, tercatat 398 masjid telah ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik yang siap melayani masyarakat selama musim mudik Idul Fitri tahun ini. Dengan adanya program tersebut, diharapkan perjalanan para pemudik menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar.
![]()
