Payakumbuh, Sumbar24jam.com — Hari pertama pasar Pabukoan kota Payakumbuh resmi dibuka serta dikunjungi langsung oleh Walikota dan wakil Walikota Payakumbuh beserta jajarannya. Sebanyak 111 pedagang ambil bagian dalam Pasar Pabukoan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (19/2/2026).
Delapan puluh satu di antaranya merupakan pelaku usaha yang baru memulai aktivitas berdagang di momentum bulan suci tahun ini, Kehadiran para pedagang baru tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi mikro di kota Payakumbuh.
Peresmian Pasar Pabukoan dilakukan langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, didampingi Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bidang Pasar Faizal, Kepala Dinas Kominfo Wira, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Dewi, serta Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM, Khalid.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pasar Pabukoan bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, melainkan juga bagian dari penguatan ekosistem usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Momentum Ramadhan, menurutnya, selalu menghadirkan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat, yang apabila dikelola secara tertib dan terorganisir, mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperluas perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM, Khalid, menyampaikan optimisme terhadap partisipasi pedagang baru yang mendominasi tahun ini. “Harapan saya ini bisa menjadi terobosan baru bagi usaha pedagang ke depannya,” ujar Khalid.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan penyelenggaraan pasar berjalan tertib, aman, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Pasar Pabukoan Ramadhan di Payakumbuh secara konsisten menjadi ruang interaksi ekonomi dan sosial masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Selain menghadirkan ragam kuliner khas Ramadhan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan memperkuat daya tahan ekonomi keluarga.
Dengan komposisi 81 pelaku usaha baru dari total 111 pedagang, Ramadhan 1447 H dinilai sebagai momentum regenerasi ekonomi rakyat yang menjanjikan, sekaligus mencerminkan optimisme dunia usaha mikro di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
![]()
